Kompas.com - 13/07/2020, 19:32 WIB
Ilustrasi batuk Ilustrasi batuk

KOMPAS.com – Kanker paru-paru adalah penyakit mematikan yang patut diwaspadai, terutama bagi para perokok aktif maupun perokok pasif.

Bagaimana tidak, di dalam asap rokok, terkandung lebih dari 4.000 zat kimia dan 50 jenis di antaranyabersifat karsinogen dan beracun.

Tidak mudah memang menyadari keberadaan gejala awal kanker paru-paru karena kebanyakan gejala penyakit ini tidak khas dan mirip dengan gejala penyakit lain, seperti tuberkulosis (TBC), pneumonia, atau bronkitis.

Baca juga: Kanker Paru-paru: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Namun, deteksi gejala kanker paru-paru tersebut bisa saja dilakukan.

Deteksi dini gejala kanker paru-paru penting dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatannya.

Berikut ini beberapa kemungkinan gejala awal kanker paru-paru yang harus diwaspadai:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Batuk yang tidak kunjung hilang

Waspada terhadap batuk baru yang menetap.

Melansir Health Line, batuk yang berhubungan dengan pilek atau infeksi pernafasan akan hilang dalam satu atau dua minggu, tetapi batuk yang menetap dapat menjadi gejala kanker paru-paru stadium awal.

Jadi, jangan membiarkan begitu saja kejadian batuk yang membandel, baik itu batuk kering maupun batuk berdahak.

Segera temui dokter jika Anda mengalami batuk yang tak kunjung sembuh hingga lebih dari 2 minggu.

Dokter akan membantu mendiagnosis kondisi paru-paru Anda dan dapat melakukan rontgen atau tes lain untuk memastikan apakan batuk yang diderita merupakan gejala kanker paru-paru atau bukan.

Baca juga: 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik

2. Batuk berdarah

Perhatikan setiap perubahan batuk yang Anda alami, terutama jika Anda adalah perokok atau sering menghirup asap rokok sebagai perokok pasif.

Jika Anda sering batuk, kemudian batuk yang Anda alami menjadi lebih dalam, terdengar serak, berdarah, atau keluar dahak tidak biasa, segeralah membuat janji dengan dokter.

Jika anggota keluarga atau teman Anda yang mengalami perubahan ini, sarankan agar mereka mengunjungi dokter.

3. Sesak napas

Napas tersengal-sengal atau terengah-engah bisa menjadi gejala awal kanker paru-paru.

Perubahan pernapasan ini dapat terjadi jika kanker paru-paru menyumbat atau mempersempit jalan napas, atau jika cairan dari tumor paru menumpuk di dada.

Baca juga: Bagaimana Asap Rokok Bisa Picu Kanker Paru-Paru?

Jadi, perhatikan jika Anda merasa kehabisan nafas atau sesak napas.

Jika Anda merasa sulit bernafas setelah menaiki tangga atau melakukan tugas-tugas yang menurut Anda mudah, jangan abaikan hal tersebut.

Segera konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan adanya gejala awal kanker paru-paru.

4. Nyeri dada

Melansir Mayo Clinic, kanker paru-paru dapat menimbulkan rasa nyeri di dada, bahu, hingga punggung.

Rasa sakit ini bisa saja tidak berhubungan atau tidak dibarengi dengan batuk.

Beri tahu dokter jika Anda merasakan jenis nyeri dada apa pun, apakah itu tajam, kusam, konstan, atau intermiten.

Anda juga harus mencatat apakah nyeri dada terbatas pada area tertentu atau terjadi di seluruh bagian dada.

Ketika kanker paru-paru menyebabkan nyeri dada, ketidaknyamanan dapat terjadi akibat pembesaran kelenjar getah bening atau metastasis ke dinding dada, lapisan di sekitar paru-paru, yang disebut pleura, atau tulang rusuk.

Baca juga: Kanker Paru-Paru Mengintai Siapa Saja, Begini Cara Mencegahnya

5. Mengi

Ketika saluran udara menjadi menyempit, tersumbat, atau meradang, paru-paru dapat mengeluarkan bunyi mengi atau bersiul saat seseorang bernapas.

Mengi ini pada beberapa kasus bisa menjadi gejala kanker paru-paru.

Oleh karena itu, kondisi mengi butuh perhatian dari dokter.

Sebaiknya jangan berasumsi sendiri bahwa mengi yang terjadi hanya disebabkan oleh asma atau alergi.

Mintalah dokter untuk mengkonfirmasi penyebabnya.

6. Suara serak

Jika Anda mendengar perubahan signifikan dalam suara Anda, atau jika orang lain menunjukkan bahwa suara Anda terdengar lebih dalam atau serak, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Suara serak dapat disebabkan oleh flu biasa, tetapi gejala ini mungkin juga menunjuk ke kondisi medis yang lebih serius ketika berlangsung lebih dari dua minggu.

Suara serak yang terkait dengan kanker paru-paru dapat terjadi ketika tumor memengaruhi saraf yang mengendalikan laring, atau kotak suara.

Baca juga: 12 Cara Mencegah Kanker Secara Alami

7. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan 5 kg atau lebih yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, bisa jadi terkait dengan gejala kanker paru-paru atau jenis kanker lainnya.

Ketika kanker hadir, penurunan berat dapat disebabkan oleh sel kanker yang menggunakan semua energi dan nutrisi dalam tubuh.

Kondisi ini juga bisa diakibatkan oleh pergeseran dalam cara tubuh menggunakan energi dari makanan.

Jadi, jangan abaikan perubahan berat badan Anda jika Anda tidak sedang menjalani program diet.

Baca juga: 7 Penyebab Sakit Pinggang Saat Bangun Tidur dan Cara Mengobatinya

8. Nyeri tulang

Kanker paru-paru yang telah menyebar ke tulang dapat menghasilkan rasa sakit di punggung maupun di bagian tubuh lainnya.

Mungkin sulit untuk bisa membedakan antara nyeri tulang dan otot. Tapi, nyeri tulang seringkali lebih buruk di malam hari dan rasa sakitnya akan meningkat dengan adanya gerakan.

Selain itu, kanker paru-paru kadang-kadang dikaitkan juga dengan nyeri bahu, nyeri lengan atau nyeri leher, meskipun gejala ini jarang terjadi.

Jadi, perhatikan nyeri Anda dan penting untuk mendiskusikannya dengan dokter.

9. Sakit kepala

Sakit kepala mungkin merupakan tanda bahwa kanker paru-paru telah menyebar ke otak.

Namun, tidak semua sakit kepala berhubungan dengan metastasis otak.

Kadang-kadang, tumor paru-paru dapat membuat tekanan pada vena cava superior. Ini adalah vena besar yang memindahkan darah dari tubuh bagian atas ke jantung. Tekanan tersebut juga dapat memicu sakit kepala, atau dalam kasus yang lebih parah, migrain.

Jadi tidak menutup kemungkinan sakit kepala bisa menjadi gejala awal kanker paru-paru.

Baca juga: Kenali Pusing yang Bisa Jadi Gejala Kanker Otak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Retinoblastoma
Retinoblastoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Takikardia

Takikardia

Penyakit
6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

Health
Halusinasi

Halusinasi

Penyakit
6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

Health
Parkinsonisme

Parkinsonisme

Penyakit
6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

Health
Lipoma

Lipoma

Penyakit
Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Health
Gigi Kecil (Microdontia)

Gigi Kecil (Microdontia)

Penyakit
Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Health
Katarak

Katarak

Penyakit
6 Cara Sehat Gunakan Gadget

6 Cara Sehat Gunakan Gadget

Health
7 Cara Jaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi

7 Cara Jaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi

Health
9 Penyebab Perut Bawah Nyeri

9 Penyebab Perut Bawah Nyeri

Health
Dislokasi Bahu

Dislokasi Bahu

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.