Kompas.com - 27/07/2020, 15:02 WIB

KOMPAS.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menjadi indikator kuat adanya risiko gangguan kardiovaskular.

Sayangnya, banyak orang yang tak menyadari adanya hipertensi. Hal ini bisa berpotensi menyebabkan komplikasi serius.

Itu sebabnya, memeriksakan tekanan darah secara rutin adalah hal penting untuk memastikan kondisi tubuh kita.

Baca juga: Sering Lupa dan Bingung Bisa Jadi Tanda Depresi, Kok Bisa?

Hipertensi dan sakit kepala

Banyak orang berpikir sakit kepala adalah salah satu gejala hipertensi.

Faktanya, riset dari American Heart Association membuktikan sakit kepala bukanlah gejala tekanan darah tinggi.

Menurut penelitian tersebut, penderita hipertensi lebih kecil kemungkinannya mengalami sakit kepala berulang.

Namun, tekanan darah yang terlalu tinggi memang bisa memicu hipertensi maligna atau yang juga dikenal dengan krisis hipertensi.

Hipertensi maligna adalah kondisi meningkatnya tekanan dalam tengkotak karena tekanan darah yang melonjak drastis. Hal ini bisa memicu sakit kepala.

Selain sakit kepala, hipertensi maligna juga bisa memicu penglihatan kabur, nyeri dada, dan mual.

Cara mengatasi

Apapun penyebab sakit kepala yang kita alami, kondisi ini memerlukan perawatan dengan cepat dan tepat.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi sakit kepala antara lain:

1. Mengonsumsi makanan antiinflamasi

Sakit kepala biasanya disebabkan oleh pradangan. Untuk mengatasinya, kita bisa mengonsumsi makanan antiinflamasi untuk mengurangi peradangan dan memperbaiki sirkulasi di tubuh.

Makanan yang bisa mengurangi peradangan antara lain:

  • seledri
  • bit
  • bluberi
  • biji rami.

2. Gunakan minyak esensial

Minyak esensial tertentu, seperti peppermint dan lavender, menenangkan sistem saraf pusat.
Minyak ini dapat membantu meringankan rasa sakit kepala, terutama dalam kasus sakit kepala yang disebabkan oleh stres.

Baca juga: Amnesia: Jenis, Penyebab, Gejala hingga Cara Mengatasinya

3. Mengurangi kafein

Konsumsi terlalu banyak kafein telah terbukti meningkatkan rasa sakit kepala dan tekanan darah.

Itu sebabnya, kita harus mengontrol jumlah asupan kafein agar tidak menjadi kecanduan.

4. Konsultasi ke dokter

Sakit kepala yang terlalu sering membutuhkan perawatan dokter dengan tepat untuk mengetahui penyebabnya.

Pasalnya, ada berbagai faktor yang bisa memicu sakit kepala, seperti gangguan kesehatan mental, pola diet, atau gangguan sirkulasi dalam tubuh.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.