Kompas.com - 13/09/2020, 13:35 WIB
Ilustrasi gangguan pola makan. ThinkstockphotosIlustrasi gangguan pola makan.

KOMPAS.com - Memiliki tubuh ramping adalah dambaan banyak orang. Untuk mendapatkannya, ada banyak cara yang ditempuh mulai dari berolahraga, menjaga pola makan, hingga punya kelainan makan.

Ya, beberapa orang justru memiliki gangguan makan demi memiliki bobot tubuh yang diinginkan.

Salah satu gangguan makan yang kerap terjadi adalah bulimia nervosa.

Baca juga: Banarkah Makan Setelah Jam 8 Malam Bikin Gemuk?

Merangkum dari Business Insider, bulimia adalah gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan sikluas makan berlebihan lalu mengeluarkannya melalui metode seperti memuntahkan makanan atau mengonsumsi obat pencahar.

Kabar buruknya, bulia dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang seperti kerusakan ginjal hingga pecahnya esofagus.

Untuk itu, kita perlu mengenal apa saja gejala bulimia agar terhindar dari komplikasi yang lebih serius.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Gejala Bulimia, Gangguan Makan Karena Takut Gemuk
Bulimia adalah gangguan makan yang disebabkan oleh ketakutan memiliki bobot tubuh tak ideal. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius.
Bagikan artikel ini melalui

Berikut gejala bulimia dikutip dari Mayo Clinic.

  • Terlalu sibuk memikirkan bentuk tubuh dan berat badan
  • Hidup dalam ketakutan menambah berat badan
  • Mengalami episode berulang dari makan makanan dalam jumlah besar yang tidak normal dalam satu kali duduk (binge eating)
  • Merasa kehilangan kendali selama binge eating - seperti Anda tidak bisa berhenti makan atau tidak bisa mengontrol apa saja yang makan
  • Memaksa diri Anda untuk muntah atau berolahraga terlalu banyak agar berat badan tidak bertambah setelah makan sebanyak-banyaknya
  • Menggunakan pencahar, diuretik atau enema setelah makan saat tidak diperlukan
  • Puasa, membatasi kalori atau menghindari makanan tertentu di antara pesta makan
  • Menggunakan suplemen makanan atau produk herbal secara berlebihan untuk menurunkan berat badan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Perut Bunyi
Perut Bunyi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Angin

Masuk Angin

Penyakit
11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

Health
Lidah Perih

Lidah Perih

Penyakit
15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.