Kompas.com - 25/09/2020, 21:02 WIB

Secara garis besar, dikutip dari Mayo Clinic, seks selama kehamilan aman karena janin yang sedang berkembang dilindungi oleh cairan ketuban di dalam rahim, serta otot-otot rahim yang kuat.

Ini membuat aktivitas seksual tidak akan mempengaruhi kondisi janin.

Hal ini tentu dengan catatan bahwa kondisi kehamilan tidak mengalami komplikasi seperti masalah plasenta atau risiko persalinan prematur.

Ini artinya, umumnya, berhubungan seks selama kehamilan tidak akan memicu keguguran.

Baca juga: 9 Penyebab Gairah Seks pada Wanita Turun dan Cara Mengatasinya

Kebanyakan garis besar keguguran terjadi karena janin tidak berkembang secara normal.

Tidak aman, jika...

Namun, kondisi tersebut tidak berlaku jika kondisi kehamilan mangalami masalah komplikasi seperti riwayat keguguran berulang, persalinan prematur, pendarahan, atau kondisi serviks yang tidak memungkinkan.

Tak hanya itu saja, masalah plasenta seperti plasenta previa juga membuat seks selama kehamilan perlu dihindari.

Plasenta previa sendiri adalah kondisi di mana plasenta menutupi serviks.

Berhubungan seksual dengan kondisi ini membuat ibu hamil rentan mengalami pendarahan.

Kondisi lain yang membuat perempuan perlu menghindari seks selama kehamilan adalah ketuban pecah dini (PROM). Ini merupakan kondisi ketika kantung janin dan cairan ketuban pecah atau berlubang sebelum persalinan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.