Amankah Berhubungan Seks saat Hamil?

Kompas.com - 25/09/2020, 21:02 WIB
Ilustrasi seks AntonioGuillemIlustrasi seks

KOMPAS.com - Mendapatkan kehamilan pertama membuat banyak calon orangtua baru berhati-hati menjaganya.

Tak jarang banyak kebiasaan yang dikorbankan demi menjaga buah hati di dalam kandungan. Salah satunya adalah tentang hubungan seksual.

Banyak calon orangtua baru takut melakukan hubungan seksual selama kehamilan, terutama pada trimester pertama.

Baca juga: Miss V Sakit setelah Berhubungan Seks, Begini Cara Mengatasinya...

Selain itu, sebagian perempuan hamil hampir jarang memikirkan seks karena harus menghadapi mual, muntah, dan kelelahan yang luar biasa.

Namun, pada sebagian perempuan lainnya mungkin mengalami peningkatan gairah seksual tapi takut untuk melakukannya.

Lalu, apakah seks saat kehamilan awal boleh dilakukan?

Melansir dari Web MD, keamanan seks selama kehamilan adalah tergantung bagaimana Anda dan pasangan melihatnya.

Bagi kebanyakan wanita dengan kehamilan yang tidak rumit dan berisiko rendah, seks sangat aman.

Tapi, seperti yang dijelaskan sebelumnya, sebagian orang mengalami penurunan libido sehingga mungkin kurang menikmatinya.

Sebaliknya, bagi beberapa perempuan, seks mungkin menjadi terasa lebih menyenangkan selama kehamilan.

Secara garis besar, dikutip dari Mayo Clinic, seks selama kehamilan aman karena janin yang sedang berkembang dilindungi oleh cairan ketuban di dalam rahim, serta otot-otot rahim yang kuat.

Ini membuat aktivitas seksual tidak akan mempengaruhi kondisi janin.

Hal ini tentu dengan catatan bahwa kondisi kehamilan tidak mengalami komplikasi seperti masalah plasenta atau risiko persalinan prematur.

Ini artinya, umumnya, berhubungan seks selama kehamilan tidak akan memicu keguguran.

Baca juga: 9 Penyebab Gairah Seks pada Wanita Turun dan Cara Mengatasinya

Kebanyakan garis besar keguguran terjadi karena janin tidak berkembang secara normal.

Tidak aman, jika...

Namun, kondisi tersebut tidak berlaku jika kondisi kehamilan mangalami masalah komplikasi seperti riwayat keguguran berulang, persalinan prematur, pendarahan, atau kondisi serviks yang tidak memungkinkan.

Tak hanya itu saja, masalah plasenta seperti plasenta previa juga membuat seks selama kehamilan perlu dihindari.

Plasenta previa sendiri adalah kondisi di mana plasenta menutupi serviks.

Berhubungan seksual dengan kondisi ini membuat ibu hamil rentan mengalami pendarahan.

Kondisi lain yang membuat perempuan perlu menghindari seks selama kehamilan adalah ketuban pecah dini (PROM). Ini merupakan kondisi ketika kantung janin dan cairan ketuban pecah atau berlubang sebelum persalinan.

Tanda lainnya bahwa aktivitas seks selama kehamilan berisiko biasanya dapat dilihat setelah berhubungan.

Jika mengalami pendarahan atau muncul bau buruk setelah kehamilan, Anda perlu segera memeriksakan diri.

Keputihan juga dapat menjadi tanda infeksi yang mungkin menjalar ke rahim.

Untuk itu, Anda perlu mengenali tanda-tanda yang tidak biasa ini.

Baca juga: Kenapa Kencing setelah Berhubungan Seks itu Penting?


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X