Kompas.com - 19/05/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi darah Ilustrasi darah

KOMPAS.com - Sepsis merupakan kondisi yang terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi merusak jaringannya sendiri.

Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa.

Sepsis berkembang ketika bahan kimia yang dilepaskan sistem kekebalan ke aliran darah untuk melawan infeksi menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Baca juga: 10 Minuman untuk Menurunkan Darah Tinggi

Dilansir dari Health Line, kasus sepsis yang parah dapat menyebabkan syok septik, yakni penurunan tekanan darah secara signifikan yang dapat menyebabkan gagal napas atau jantung, stroke, kegagalan organ lain, dan kematian.

Mengutip dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko sepsis, yakni usia yang lebih tua, masa bayi, sistem kekebalan yang terganggu, diabetes, penyakit ginjal atau hati kronis, perangkat invasif, orang yang dirawat di ICU, dan penggunaan antibiotik.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Sepsis: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
Kenali gejala, penyebab, dan penanganan sepsis.
Bagikan artikel ini melalui

Saat sepsis memburuk, aliran darah ke organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal, menjadi terganggu.

Sepsis dapat menyebabkan pembekuan darah yang tidak normal.

Kondisi ini mengakibatkan gumpalan kecil atau pecahnya pembuluh darah yang merusak atau menghancurkan jaringan.

Kebanyakan orang sembuh dari sepsis ringan, tetapi angka kematian akibat syok septik sekitar 40 persen.

Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami infeksi, bahkan apabila sudah mengalami gejala sepsis.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.