Kompas.com - 13/06/2021, 13:30 WIB
Ilustrasi luka bakar Ilustrasi luka bakar

Merangkum dari Medical News Today, berikut beberapa jenis luka bakar tergantung tingkat keparahannya.

  • Luka bakar tingkat pertama merusak lapisan luar kulit (epidermis) dan menyebabkan kemerahan dan nyeri. Luka bakar ini biasanya sembuh dalam waktu 6 hari tanpa jaringan parut pada kulit.
  • Luka bakar tingkat dua mempengaruhi baik epidermis maupun lapisan di bawah kulit (dermis). Selain rasa sakit dan kemerahan, orang dengan luka bakar tingkat dua mungkin mengalami lepuh. Luka bakar ini mungkin membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu untuk sembuh dan lebih mungkin menimbulkan bekas luka.
  • Luka bakar tingkat tiga adalah yang paling parah. Luka ini merusak dua lapisan atas kulit tetapi juga dapat merusak tulang dan tendon sehingga dapat mempengaruhi ujung saraf. Orang dengan luka bakar tingkat tiga juga dapat melihat kulit mereka menjadi putih atau hitam. Jenis luka bakar ini bisa memakan waktu lama untuk sembuh dan cenderung menghasilkan bekas luka.

Bekas luka yang disebabkan oleh luka bakar tingkat dua dan tiga dikategorikan menurut penampilan mereka dan bagaimana pengaruhnya pada kulit:

Bekas luka hipertrofik mungkin tampak merah atau ungu dan terangkat di atas permukaan kulit. Bekas luka ini terasa hangat dan menjadi gatal.

Bekas luka kontraktur membuat kulit, otot, dan tendon lebih kencang dan membatasi pergerakan kulit normal.

Bekas luka keloid membentuk benjolan mengkilap dan tidak berbulu.

Cara menghilangkan bekas luka bakar

Penanganan terhadap luka bakar merupakan hal paling penting untuk mencegah dan meminimalkan munculnya bekas luka.

Banyak bekas luka memang memudar seiring berjalannya waktu.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Cara Mengatasi Bekas Luka Bakar
Bekas luka terbentuk sebagai bagian dari proses penyembuhan alami setelah cedera.
Bagikan artikel ini melalui

Namun, bekas luka keloid sering kali tidak dapat hilang dan memudar.

Oleh karena itu, bekas luka ini memang membutuhkan perawatan khusus.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dan Flek Hitam Lebih Cepat

Setelah bekas luka terbentuk, seseorang dapat mengurangi munculnya bekas luka dengan beberapa cara berikut.

  • Mengoleskan gel silikon. Penelitian berjudul “The Efficacy of Silicone Gel for the Treatment of Hypertrophic Scars and Keloids” menunjukkan bahwa gel silikon dapat membantu mengurangi munculnya bekas luka.
  • Melindungi bekas luka dari sengatan sinar matahari. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan bekas luka berubah warna menjadi lebih gelap. Oleh karena itu, American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan agar orang memakai pakaian pelindung dan tabir surya SPF 30 atau lebih.
  • Berhati-hatilah dengan produk penghilang bekas luka yang dijual bebas . Efektivitas produk semacam itu sering kali belum teruji.

Namun, jika luka bakar sangat parah dan menyebabkan munculnya jaringan parut, biasanya dokter akan melakukan operasi untuk mengurangi jaringan parut tersebut.

Selain itu, perawatan laser juga mungkin akan direkomendasikan oleh dokter apabila memungkinkan.

Cara mencegah terjadinya bekas luka

Pencegahan adanya bekas luka bakar dapat dimulai sejak pertama terkena luka.

Setelah terjadi luka, seseorang dapat melakukan beberapa langkah berikut.

  • bilas luka bakar dengan air dingin atau suam-suam kuku, lalu biarkan kulit mengering
  • oleskan salep antibiotik menggunakan aplikator yang disterilkan untuk membantu mencegah infeksi
  • tutup luka bakar dengan perban antilengket, lalu ditahan dengan kain kasa
  • mencari perawatan medis jika luka semakin merah bukannya sembuh.

Baca juga: 10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat Secara Alami

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.