Sabtu, 25 Oktober 2014 01:46
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Bahaya Kebiasaan Mengunyah dengan Satu Sisi Mulut

Penulis : Natalia Ririh | Rabu, 5 September 2012 | 17:29 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Apakah selama ini Anda terbiasa mengunyah makanan hanya satu sisi mulut saja? Jika benar, ada baiknya Anda mulai membiasakan melatih sisi mulut yang kurang aktif mengunyah. Apabila sisi kanan dan kiri mulut berperan tidak seimbang, hal itu berpotensi menyebabkan sakit kepala sebelah atau migrain.

"Mengunyah makanan dengan satu sisi mulut menyebabkan otot tebal dan kuat hanya di satu sisi tersebut. Otot muka di sisi kanan dan kiri menjadi asimetris," kata pakar ortodonti yang juga Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Prof. Eky S Soemantri, ketika ditemui di Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Eky menambahkan, otot muka asimetris mengakibatkan gangguan sendi otot atau disebut temporo mandibular joint. Gangguan sendi otot ini dapat menyebabkan penyakit migrain atau sakit kepala sebelah.

Mengunyah makanan dengan dua sisi mulut juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Eky menjelaskan, mengunyah sendiri memiliki sifat self cleansing. Kunyahan akan memproduksi air liur pada mulut. Air liur ini secara alamiah akan melawan kuman yang ada di mulut.

"Bila hanya mengunyah di satu sisi saja maka yang akan bersih satu sisi tersebut. Sedangkan sisi yang lain beresiko lebih banyak timbul plak atau karang gigi," katanya.

Di samping itu, Eky mengingatkan agar saat mengunyah makanan juga harus baik. Jika kunyahan kurang halus maka akan memperberat kerja pencernaan. Lambung yang bekerja terlalu berat akan mengeluarkan enzim yang bersifat asam. Keasaman ini lama-kelamaan dapat menggerogoti lambung dan menyebabkan penyakit maag karena fungsi penyerapan di lambung berkurang.


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui