Sabtu, 25 Oktober 2014 16:28
Caring by Sharing | Kompas.com
LAKTASI
HOME

AHLI MENJAWAB

KOMPAS HEALTH bekerjasa sama dengan AIMI menyediakan konsultasi gratis seputar ASI dan menyusui.

Kirimkan pertanyaan Anda dalam bahasa yang jelas dan sopan. Jawaban yang disampaikan dalam konsultasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat profesional yang diberikan seorang tenaga medis profesional yang biasa anda kunjungi. Segera cari bantuan tenaga kesehatan profesional apabila anda mengalami permasalahan seputar kegiatan menyusui atau apabila mempunyai masalah lain yang berkelanjutan.


Relaktasi, Agar Bayi Mau Menyusu Lagi

Asep Candra | Rabu, 14 November 2012 | 10:24 WIB
|
Share:

TANYA :

Dear konselor AIMI, bagaimana cara supaya bayi saya mau menyusui, karena dari awal bayi sudah bingung puting, akibatnya ASi tidak eksklusif. Saya sudah berusaha memijat payudara dan menarik puting, tetapi tetap tidak keluar ASInya, untuk makanan sayur daun katuk juga mengkonsumsi vitamin, sekarang bayi umur 3 bulan sama sekali tidak minum ASI. Apakah ada solusinya supaya bayi mau menyedot ASI?

(Endang, 31, Jayapura)

JAWAB :

Dear ibu Endang,

Sedih ya rasanya kalau tidak bisa menyusui bayi kita? Tapi semangat ibu untuk ingin kembali menyusui patut diacungi jempol.
Menyusui kembali setelah beberapa waktu tidak menyusui sangat mungkin untuk dilakukan. Hal ini disebut dengan relaktasi. Proses relaktasi membutuhkan niat kuat, kesabaran dan dukungan dari keluarga. Tahapan relaktasi meliputi:

1. Memperbanyak kontak kulit antara ibu dan bayi. Sebisa mungkin ibu meluangkan waktu untuk merawat bayi sendiri. Anggota keluarga yang lain dapat membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang lain. Kontak kulit ini sangat dibutuhkan agar bayi mengenal kembali tubuh ibunya dan nantinya mau menghisap payudara.

2. Mengganti media botol dot dengan media lain yang tidak mengganggu proses menyusui yaitu gelas, cangkir, pipet, spuit, atau sendok.

3. Untuk merangsang payudara agar memproduksi ASI ibu dapat memerah payudara setiap 1-2 jam. Pada awalnya mungkin hanya sedikit atau bahkan belum ada ASI yang keluar. Dengan tetap memerah setiap 1-2 jam payudara akan dirangsang untuk memproduksi ASI.

4. Hisapan bayi juga sangat dibutuhkan selain untuk merangsang produksi ASI juga agar bayi belajar kembali menyusu. Agar bayi tidak menghisap payudara yang produksi ASInya belum banyak, bisa dibantu dengan ASI donor atau formula yang dialirkan melalui alat bantu menyusui berupa selang NGT dan spuit. Seiring produksi ASI bertambah karena hisapan bayi maupun diperah, ASI donor atau formula sedikit demi sedikit bisa dikurangi.

Proses relaktasi ini bervariasi lamanya tergantung dari usia bayi dan seberapa lama bayi berhenti menyusu. Semakin muda usia bayi, atau semakin singkat bayi berhenti menyusu, prosesnya bisa lebih cepat.

Oleh jarena itu, penting sekali untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan keluarga, terutama suami, agar mendapatkan dukungan penuh.

Apabila keluarga sudah sepakat untuk memberikan dukungan ibu bisa menghubungi konselor menyusui untuk membantu proses relaktasi tersebut.

Semoga membantu.
Salam ASI

Rachmadhani
Konselor Menyusui
Ketua AIMI Jawa Tengah

Form isian Anda tidak lengkap, silahkan lihat detail dibawah ini.

Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui