Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Sikat Gigi?

Kompas.com - 21/03/2017, 17:20 WIB

KOMPAS.com - Kita mungkin lebih tahu kapan harus mengganti sepatu atau kemeja kerja. Namun, tak banyak yang paham kapan sebaiknya sikat gigi diganti baru. Padahal, sikat gigi berperan penting dalam kebersihan gigi dan mulut.

Menurut peneliti dari Universitas Manchester, ditemukan lebih dari 200 juta bakteri, termasuk bakteri E.coli dan staphylococci, pada permukaan sikat gigi yang sudah dipakai selama tiga bulan.

Berdasarkan temuan tersebut, ADA (American Dental Association) menganjurkan agar mengganti sikat gigi setiap tiga atau empat bulan sekali.

Baca juga: Dewi Yull Ungkap Satu Pesan pada Anak-anaknya agar Tak Membenci Ray Sahetapy Usai Bercerai

Selain jumlah bakteri yang terus bertambah banyak, sikat gigi yang digunakan lebih dari tiga bulan tidak akan maksimal untuk membersihkan gigi dan bulunya yang megar dapat melukai gusi.

Pada anak-anak, sikat gigi biasanya perlu diganti lebih cepat dari pada saran ADA. Ini karena anak-anak biasanya menyikat gigi dengan keras.

Untuk menjaga kebersihan sikat gigi, cuci sikat gigi dengan air mengalir setelah digunakan. Selalu letakkan sikat gigi dalam posisi berdiri dan tidak menempel dengan sikat gigi lainnya untuk mencegah kontaminasi silang.

Gigi berlubang

Baca juga: Manfaat Daun Sirih Merah untuk Kesehatan yang Sudah Terbukti Secara Ilmiah

Selain masalah cara menyimpan sikat gigi, yang tak kalah penting adalah cara menyikat gigi dengan pasta gigi yang tepat. Dianjurkan untuk menggunakan pasta gigi mengandung fluoride untuk menguatkan enamel gigi dan zat aktif pencegah asam.

Prevalensi penyakit gigi berlubang akibat infeksi di Indonesia diperkirakan 52,3 persen. Itu karena hanya 2,3 persen penduduk yang menyikat gigi dengan baik dan benar.

Untuk menyebarkan informasi yang tepat mengenai cara merawat gigi, Orang Tua Group melalui produk perawatan gigi dan mulut Formula, melakukan kampanye "Formula untuk Indonesia".

Baca juga: Penemuan Mengkhawatirkan di Dasar Lubang Biru Raksasa Belize

"Sangat penting untuk mengajak masyarakat mengubah kebiasaan yang salah dalam cara dan alat yang digunakan untuk merawat kesehatan gigi dan mulut. Mengingat masih tingginya angka permasalahan gigi dan mulut di Indonesia,” Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT, dalam acara kampanye Formula untuk Indonesia di Sukabumi, Jawa Barat (12/3/2017).

Pada acara itu, Formula mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia untuk acara sikat gigi massal berpasangan, ayah dan anak.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terungkap, Alasan Suami Tega Tinggalkan Istri dan Bayi di Masjid Ciawi
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau