Salin Artikel

12 Gejala Kanker Hati yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com – Kanker hati adalah salah satu jenis kanker yang tingkat mortalitasnya sangat tinggi.

Kematian akibat tumor ganas di hati ini tercatat mencapai 1,25 juta per tahun di dunia.

Kanker hati termasuk kanker ganas yang menempati urutan ke-5 sebagai penyebab kematian pada pria dan urutan ke-9 pada wanita.

Melansir Mayo Clinic, beberapa jenis kanker bisa terbentuk di hati.

Jenis kanker hati yang paling umum adalah karsinoma hepatoseluler yang dimulai dari jenis utama sel hati (hepatosit).

Sedangkan jenis kanker hati lainnya, seperti kolangiokarsinoma intrahepatik (kanker pada saluran empedu yang berada di dalam organ hati) dan hepatoblastoma (kanker hati yang umumnya menyerang anak-anak) jauh lebih jarang terjadi.

Gejala kanker hati

Mengingat bahayanya, sangat penting bagi siapa saja untuk mengenal tanda atau gejala kanker hati.

Dengan begitu, Anda bisa mengantisipasi atau mencegah penyakit tersebut berkembang.

Melansir American Cancer Society, tanda dan gejala kanker hati sering tidak muncul sampai tahap akhir penyakit, tetapi kadang-kadang dapat muncul lebih cepat.

Jika Anda pergi ke dokter saat pertama kali melihat gejala, kanker Anda mungkin didiagnosis lebih awal dan itu baik untuk tahap pengobatan.

Di mana, semakin cepat kanker ditemukan, maka semakin besar juga peluang untuk dapat diatasi.

Berikut ini adalah beberapa gejala kanker hati yang paling umum terjadi:

  1. Penurunan berat badan (tanpa sebab yang jelas)
  2. Kehilangan selera makan
  3. Merasa sangat kenyang setelah makan porsi sedikit
  4. Mual atau muntah
  5. Hati yang membesar, terasa penuh di bawah tulang rusuk di sisi kanan
  6. Limpa yang membesar, terasa penuh di bawah tulang rusuk di sisi kiri
  7. Nyeri di area perut atau di dekat skapula (tulang belikat) kanan
  8. Pembengkakan atau penumpukan cairan di perut
  9. Gatal-gatal
  10. Menguningnya kulit dan mata (penyakit kuning)
  11. Gejala lain dapat berupa demam, pembesaran pembuluh darah di perut yang terlihat melalui kulit, dan memar atau pendarahan yang tidak normal
  12. Orang yang menderita hepatitis kronis atau sirosis mungkin akan merasa lebih buruk dari biasanya atau mungkin hanya mengalami perubahan pada hasil tes lab, seperti tes fungsi hati atau kadar alpha-fetoprotein (AFP)

Selain itu, beberapa tumor hati dapat membuat hormon yang bekerja pada organ selain hati terganggu. 

Hormon-hormon ini dapat menyebabkan sejumlah masalah, seperti:

  • Kadar kalsium darah tinggi (hiperkalsemia), yang dapat menyebabkan mual, kebingungan, sembelit, kelemahan, atau masalah otot
  • Kadar gula darah rendah (hipoglikemia), yang dapat menyebabkan kelelahan atau pingsan
  • Pembesaran payudara (ginekomastia) dan atau penyusutan testis pada pria
  • Jumlah sel darah merah yang tinggi (eritrositosis) yang dapat menyebabkan seseorang tampak merah dan kemerahan
  • Kadar kolesterol tinggi

Memiliki satu atau lebih gejala di atas tidak berarti Anda pasti menderita penyakit kanker hati.

Faktanya, banyak dari gejala ini lebih mungkin disebabkan oleh kondisi lain.

Namun, jika Anda memiliki salah satu gejala di atas, penting untuk memeriksakannya ke dokter agar penyebabnya dapat ditemukan dan segera diobati.

Terlebih lagi, Anda termasuk orang yang memiliki faktor risiko kanker hati berikut ini:

  • Mengalami infeksi kronis dengan hepatitis B atau hebatitis C
  • Mengalami sirosis, yakni kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut 
  • Punya penyakit hati bawaan tertentu, seperti hemochromatosis dan penyakit Wilson
  • Menderita diabetes
  • Punya penyakit hati berlemak non-alkohol
  • Sering terpapat aflatoksin, yakni racun yang dihasilkan oleh jamur yang tumbuh pada tanaman yang disimpan dengan buruk
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan

https://health.kompas.com/read/2020/10/12/133300568/12-gejala-kanker-hati-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.