Salin Artikel

12 Makanan yang Baik untuk Pencernaan

KOMPAS.com - Sistem pencernaan bekerja memecah makanan menjadi nutrisi dan energi yang dapat digunakan oleh tubuh.

Beberapa jenis makanan, seperti sayuran dan yogurt dapat membantu proses pencernaan ini.

Sedangkan, mengonsumsi jenis makanan tertentu atau melakukan perubahan pola makan secara tiba-tiba dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Pada beberapa orang, masalah pencernaan bisa menimbulkan gejala, antara lain:

  • Kembung
  • Gas
  • Sembelit
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit mag

Untuk menghindari berbagai masalah ini, tersedia sejumlah makanan yang baik dikonsumsi dan bahkan bisa membantu sistem pencernaan.

Makanan terbaik untuk bantu sistem pencernaan

Begitu makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut, proses pencernaan dimulai.

Tubuh secara bertahap menggerakkannya melalui sistem pencernaan, yang memecah makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih bisa digunakan.

Berbagai makanan dapat membantu pada berbagai tahap proses ini. Misalnya, beberapa membantu pencernaan di lambung, sementara yang lain mendukung kerja usus.

Berikut ini adalah ragam makanan yang baik untuk pencernaan:

1. Makanan yang mengandungs serat

Melansir Medical News Today, serat sangat penting untuk kesehatan pencernaan secara umum.

Jika seseorang tidak terbiasa mengonsumsi serat, sebaiknya tingkatkan asupan serat secara perlahan, dimulai dari serat larut, seperti oatmeal, apel, dan pisang.

Tambahkan sekitar satu porsi serat ke dalam makanan setiap 4–5 hari.

Pasalnya, meningkatkan asupan serat terlalu cepat malah bisa berdampak buruk bagi pencernaan.

Selain itu, minum banyak air juga penting karena dapat bercampur dengan serat dan menambah massa pada tinja.

2. Makanan yang mengandung jahe

Jahe merupakan tanaman yang dapat mengurangi kembung dan masalah pencernaan lainnya.

Bubuk jahe kering adalah bumbu yang sangat baik untuk membumbui makanan.

Seseorang juga bisa menggunakan irisan jahe untuk membuat seduhan minuman, seperti dicampurkan ke dalam teh.

Pilih bubuk jahe berkualitas untuk membumbui makanan.

Sementara, untuk teh, pilih jahe segar untuk hasil terbaik.

3. Makanan sumber lemak tak jenuh

Jenis lemak ini membantu tubuh menyerap vitamin.

Kombinasi lemak tak jenuh dengan serat juga dapat membantu mendorong pergerakan usus.

Minyak nabati seperti minyak zaitun adalah sumber lemak tak jenuh yang baik.

Namun, perlu diperhatikan, selalu konsumsi lemak dalam jumlah sedang atau jangan berlebihan demi kesehatan.

Untuk orang dewasa yang mengikuti diet 2.000 kalori per hari misalnya, asupan lemak tidak boleh melebihi 77 gram setiap hari.

4. Sayuran dengan kulit

Sayuran kaya akan serat yang merupakan nutrisi penting untuk pencernaan.

Serat dapat merangsang usus untuk mengeluarkan kotoran dari tubuh.

Tak hanya isinya, kulit sayuran seringkali kaya serat, sehingga yang terbaik adalah mengkonsumsinya secara utuh.

Beberapa sayuran dengan kulit kaya serat termasuk kentang, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

5. Buah-buahan

Banyak buah juga kaya serat.

Buah-buahan ini juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk pencernaan, seperti vitamin C dan potasium.

Misalnya apel, jeruk, dan pisang adalah buah-buahan bergizi yang bisa membantu pencernaan.

6. Makanan berbiji utuh

Makanan gandum utuh juga memiliki kandungan serat tinggi yang membantu pencernaan.

Tubuh memecah biji-bijian secara perlahan, yang membantu mengontrol kadar gula darah.

Banyak makanan gandum utuh tersedia, termasuk beras merah dan quinoa.

7. Yogurt

Banyak produk yogurt mengandung probiotik.

Probiotik adalah bakteri dan ragi hidup yang bermanfaat bagi sistem pencernaan.

Probiotik dapat membantu mengatasi masalah pencernaan, seperti kembung, sembelit, dan diare.

Bakteri baik ini juga telah terbukti meningkatkan pencernaan laktosa, atau gula susu.

8. Kefir

Kefir adalah minuman susu fermentasi yang mengenyangkan dan mengandung probiotik.

Seperti disebutkan di atas, probiotik dapat meningkatkan pencernaan dan kesehatan usus yang lebih baik.

9. Sayuran berdaun hijau

Sayuran berdaun hijau dikemas dengan nutrisi yang bermanfaat untuk pencernaan.

Menurut karya ilmiah dalam jurnal Nature Chemical Biology, sayuran berdaun hijau juga mengandung sulfoquinovose.

Sulfoquinovose adalah gula yang dapat memberi makan bakteri sehat di perut, sehingga melancarkan pencernaan.

10. Tempe

Melansir Health Line, tempe terbuat dari kedelai yang difermentasi.

Fermentasi memecah gula melalui bakteri dan ragi.

Selama proses fermentasi, antinutrien dalam kedelai yang disebut asam fitat dipecah.

Asam fitat dapat mengganggu penyerapan nutrisi tertentu.

Dengan demikian, proses fermentasi meningkatkan pencernaan dan penyerapan nutrisi tersebut.

Makanan fermentasi seperti tempe merupakan sumber probiotik yang baik.

Ingatlah bahwa probiotik dapat membuat lapisan pelindung di usus untuk melindunginya dari bakteri berbahaya.

Penelitian telah menemukan bahwa probiotik membantu meringankan gejala
Irritable Bowel Syndrome (IBS), mencegah diare, mengurangi kembung, dan meningkatkan keteraturan.

11. Ikan salmon

Salmon adalah sumber asam lemak omega-3 yang sangat baik, yang dapat membantu mengurangi peradangan di tubuh.

Orang dengan penyakit radang usus, intoleransi makanan dan gangguan pencernaan lainnya seringkali mengalami peradangan di usus.

Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan ini dan dengan demikian meningkatkan pencernaan.

12. Peppermint

Peppermint pada umumnya dapat ditemui di sebagian besar dunia.

Minyak peppermint terbuat dari minyak esensial yang ditemukan di daun peppermint dan telah terbukti memperbaiki masalah pencernaan.

Minyak mengandung senyawa yang disebut mentol, yang dapat meredakan gejala IBS, termasuk kembung, ketidaknyamanan perut dan masalah buang air besar.

Minyak tampaknya memiliki efek relaksasi pada otot-otot saluran pencernaan, yang dapat meningkatkan pencernaan.

Minyak peppermint juga dapat meredakan gangguan pencernaan dengan mempercepat pergerakan makanan melalui sistem pencernaan.

https://health.kompas.com/read/2020/10/24/091500968/12-makanan-yang-baik-untuk-pencernaan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.