Salin Artikel

Apakah Mungkin Menderita Pneumonia Tanpa Demam?

KOMPAS.com - Pneumonia adalah infeksi saluran pernafasan yang memengaruhi paru-paru.

Infeksi menyebabkan peradangan pada kantung udara atau alveoli di salah satu atau kedua paru-paru.

Meskipun demam merupakan gejala umum dari pneumonia, seseorang ternyata dapat mengalami pneumonia tanpa demam.

Demam di sini berarti seseorang memiliki suhu tubuh 38 derajat Celcius atau lebih. Demam terjadi sebagai respons terhadap infeksi di tubuh.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information (NCBI) pada 2018, dijelaskan bahwa gejala pneumonia tidak selalu terjadi pada waktu yang bersamaan.

Artikel ini juga mengungkapkan bahwa beberapa kelompok orang mungkin tidak mengalami semua gejala khas pneumonia.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, bayi, orang lanjut usia (lansia), dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah mungkin mengalami gejala atipikal, seperti suhu yang lebih rendah dari normal dibandingkan dengan demam.

Sementara, American Lung Association (ALA) menyatakan bahwa masyarakat kelompok lansia dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah mungkin juga mengalami gejala yang lebih sedikit atau lebih ringan.

Gejala pneumonia pada orang lansia mungkin termasuk:

Sementara, gejala pneumonia pada bayi mungkin termasuk:

  • Muntah
  • Batuk
  • Tampak gelisah atau lelah
  • Kesulitan bernapas, seperti mendengkur, pernapasan cepat, warna kebiruan pada bibir dan kulit, pelebaran lubang hidung saat bernapas, otot-otot menarik ke dalam di antara tulang rusuk saat bernapas

Gejala khas pneumonia

Menurut National Health Service (NHS), gejala pneumonia yang paling umum biasanya meliputi:

Sedangkan, beberapa gejala yang kurang umum termasuk:

  • Kelelahan
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Batuk darah

Jenis pneumonia dan gejalanya

Melansir Medical News Today, pada masing-masing orang, pneumonia dapat menimbulkan gejala yang berbeda, begitu juga dengan waktu munculnya gejala. Hal itu tergantung pada jenis pneumonia yang diderita.

Berbagai jenis pneumonia dan gejala khasnya meliputi:

1. Bakteri

Bakteri adalah penyebab umum pneumonia pada orang dewasa.

Salah satu penyebab paling umum dari pneumonia bakteri adalah Streptococcus pneumoniae.

Pneumonia bakteri dapat berkembang dengan sendirinya atau setelah seseorang terserang pilek atau flu.

Menurut ALA, gejala pneumonia bakteri dapat muncul secara bertahap atau tiba-tiba dan biasanya meliputi:

  • Demam 41 derajat Celcius atau lebih tinggi
  • Banyak berkeringat
  • Pernapasan cepat
  • Detak jantung yang cepat
  • Bantalan kuku dan bibir kebiruan
  • Keadaan mental yang bingung atau mengigau

Beberapa bakteri dapat menyebabkan pneumonia bakterial dengan gejala atipikal. Ini disebut pneumonia atipikal.

2. Virus

Pneumonia virus biasanya terjadi karena flu biasa atau virus influenza.

Gejalanya bisa muncul dalam jangka waktu beberapa hari.

Gejala awal meliputi:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Rasa batuk berlebih
  • Sesak napas

3. Jamur

Pneumonia ini dapat terjadi setelah seseorang menghirup spora jamur. Ini mungkin berasal dari bahan lingkungan seperti tanah atau kotoran hewan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah mungkin lebih mungkin mengembangkan pneumonia jamur.

Gejala dapat muncul selama beberapa hari atau minggu dan biasanya meliputi:

4. Aspirasi

Pneumonia aspirasi dapat terjadi saat seseorang menghirup benda asing, seperti makanan, air liur, atau muntahan yang mengandung kuman.

Gejala pneumonia aspirasi antara lain meliputi:

Kapan harus ke dokter?

Melansir Health Line, seseorang perlu mencari bantuan medis jika mereka memiliki gejala pneumonia.

Namun, seseorang membutuhkan bantuan medis segera jika mereka memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Warna kebiruan pada bibir atau ujung jari
  • Nyeri dada
  • Demam tinggi
  • Batuk dengan lendir yang semakin parah

Perawatan untuk pneumonia sendiri akan tergantung pada penyebabnya.

Misalnya, ALA mencatat bahwa antibiotik tersedia untuk mengobati pneumonia bakteri.

Namun, jika pneumonia disebabkan oleh virus, dokter mungkin meresepkan obat antivirus.

Gejala pneumonia juga dapat diobati di rumah dengan:

  • Minum obat yang dijual bebas, seperti aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid, atau asetaminofen
  • Minum banyak cairan
  • Banyak istirahat
  • Minum minuman hangat
  • Menggunakan humidifier

Penting untuk diperhatikan bahwa aspirin tidak cocok untuk dikonsumsi anak-anak. Ini karena kaitannya dengan sindrom Reye, yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan hati.

https://health.kompas.com/read/2020/11/17/140400668/apakah-mungkin-menderita-pneumonia-tanpa-demam-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.