Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Penyebab Bercak Putih di Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com – Kemunculan bercak putih di tenggorokan mungkin tampak sedikit menakutkan, tetapi biasanya itu bukan pertanda sesuatu yang terlalu serius.

Banyak kondisi kesehatan yang berbeda dapat menyebabkannya.

Beberapa hilang dengan sendirinya dalam seminggu atau lebih.

Sementara yang lain mungkin perlu penanganan dokter.

Pada dasarnya, beberapa jenis infeksi dapat menyebabkan bercak putih muncul di tenggorokan. Ini termasuk infeksi dari bakteri, virus, maupun jamur.

Berikut ini adalah beragam kondisi yang bisa menjadi penyebab bercak putih di tenggorokan:

1. Radang tenggorokan

Melansir Health Line, sakit tenggorokan bisa menjadi tanda infeksi radang tenggorokan.

Beberapa orang dengan infeksi bakteri ini menular ini juga akan memiliki bercak putih di bagian amandel atau di tenggorokannya.

Gejala radang tenggorokan lainnya yang mungkin muncul, yakni:

Radang tenggorokan hanya dapat didiagnosis dengan kultur tenggorokan.

Jika Anda menderita radang tenggorokan, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antibiotik.

Selain itu, dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk menggunakan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil), untuk membantu mengurangi rasa sakit, bengkak, dan demam.

Radang yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti demam rematik akut atau abses peritonsillar.

2. Mononukleosis menular

Mononukleosis atau demam kelenjar adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV).

Infeksi virus yang sangat menular ini dapat menyebabkan bercak putih pada amandel dan tenggorokan.

Gejala tambahan mononucleosis, meliputi:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Amandel membesar
  • Sakit tenggorokan
  • Kelenjar getah bening yang membengkak

Pengobatan mononucleosis berfokus pada pengurangan gejala.

Infeksi sekunder mungkin memerlukan antibiotik.

Banyak istirahat dan gunakan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti yang digunakan untuk radang tenggorokan bisa dilakukan untuk meredakan sakit kepala, demam, atau sakit tenggorokan.

Dokter Anda mungkin meresepkan obat steroid oral jika gejalanya parah.

3. Kandidiasis orofaringeal

Oral thrush atau kandidiasis orofaringeal adalah infeksi jamur pada mulut yang disebabkan oleh jamur Candida albicans yang menumpuk pada lapisan mulut. Kondisi ini diketahui tidak menular dan biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan anti jamur.

Oral thrush dapat menyebabkan bercak putih di tenggorokan.

Penyakit ini lebih sering terjadi pada bayi, serta orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Gejala tambahannya meliputi:

  • Kemerahan
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri saat menelan

Untuk mengobati oral thrush, dokter Anda kemungkinan akan meresepkan antijamur yang Anda perlukan untuk berkumur di sekitar mulut dan kemudian ditelan.

Nystatin biasanya diresepkan.

Obat oral, seperti flukonazol (Diflucan) atau itraconazole (Sporanox), juga dapat digunakan.

Bayi dengan oral thrush bisa diobati dengan obat antijamur cair.

Dokter juga dapat merekomendasikan ibu menyusui untuk mengoleskan krim antijamur ke puting dan areola mereka sebelum memberi makan bayi tersebut.

4. Herpes oral maupun herpes genital

Herpes oral (HSV-1) adalah infeksi virus yang umum. Ini dapat menyebar melalui ciuman, seks oral, atau berbagi peralatan makan minum dengan orang yang terinfeksi.

Sedangkan, herpes genital (HSV-2) adalah infeksi yang menyebar melalui hubungan seksual.

Gejala herpes mulut yang paling umum adalah luka di bibir.

Sementara, gejala herpes genital yang paling umum adalah luka di area genital

Kedua jenis herpes ini dapat menyebabkan munculnya luka dan bercak di tenggorokan dan amandel.

Beberapa gejala tambahan lebih umum terjadi pada episode pertama infeksi, dan mungkin termasuk:

Sayangnya, herpes tidak ada obatnya.

Tapi, obat anti-virus, seperti asiklovir (Zovirax), valacyclovir, (Valtrex), atau famciclovir (Famvir) dapat diresepkan.

Anestesi topikal dapat membantu mengurangi nyeri tenggorokan. Lidocaine (LMX 4, LMX 5, AneCream, RectiCare, RectaSmoothe) adalah salah satunya.

5. Amandel

Dua amandel di belakang tenggorokan Anda menyaring kuman untuk membuat Anda tetap sehat, tetapi kuman itu bisa terperangkap di dalam dan menyebabkan infeksi.

Melansir WebMD, ketika mengalami radang amandel, Anda mungkin akan menemukan bercak putih atau kuning di tenggorokan dan beberapa gejala lain, seperti:

  • Amandel merah
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri kelenjar getah bening di sisi leher
  • Perubahan suara
  • Demam
  • Kesulitan menelan
  • Bau mulut
  • Leher kaku

Tidak ada obat khusus untuk radang amandel atau tonsilitis. Tetapi, Anda dapat mengatasi gejala standar dengan tetap terhidrasi, mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, dan beristirahat untuk membantu pemulihan tubuh.

Anda juga dianjurkan untuk tidak dulu mengosumsi makanan yang merangsang tenggorokan, seperti makanan terlalu panas, pedas, dan asam.

Jika radang amandel disebabkan oleh bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik untuk mengobatinya.

Untuk diagnosis penyebab bercak putih di tenggorokan, dokter bisa melakukan langkah sederhana dengan memeriksa tenggorokan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik singkat. Ini mungkin termasuk mengajukan pertanyaan tentang kesehatan pribadi Anda dan gejala apa pun yang Anda alami.

Jika langkah tersebut dirasa kurang, dokter Anda bisa juga memesan tes laboratorium, termasuk tes darah.

Mencari tahu apa yang menjadi penyebab bercak putih di tenggorokan akan membantu dokter meresepkan obat yang tepat untuk Anda.

https://health.kompas.com/read/2021/02/10/200400668/5-penyebab-bercak-putih-di-tenggorokan-yang-perlu-diwaspadai

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke