Salin Artikel

8 Gejala Syok Septik yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com – Syok septik adalah tahapan akhir dari sepsis.

Syok septik juga bisa dikatakan sebagai komplikasi sepsis.

Merangkum Mayo Clinic, sepsis sendiri adalah kondisi ketika respons tubuh terhadap infeksi merusak jaringannya sendiri.

Sepsis terjadi saat bahan kimia yang dilepas sistem kekebalan ke aliran darah untuk melawan infeksi memicu reaksi peradangan di seluruh tubuh.

Dokter telah mengidentifikasi tiga tahapan sepsis ini, yaitu:

  • Sepsis terjadi ketika infeksi mencapai aliran darah dan menyebabkan peradangan pada tubuh
  • Sepsis parah terjadi ketika infeksi cukup parah hingga memengaruhi fungsi organ, seperti jantung, otak, dan ginjal
  • Syok septik adalah saat seseorang mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan yang dapat menyebabkan gagal napas, gagal jantung, stroke, kegagalan organ lain, dan kematian

Perlu dipahami bahwa, sepsis termasuk konsisi yang bisa sangat berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa.

Diperkirakan bahwa peradangan akibat sepsis bisa menyebabkan pembentukan gumpalan darah kecil.

Kondisi ini dapat menghalangi oksigen dan nutrisi mencapai organ vital.

Peradangan paling sering terjadi pada kelompok lansia atau orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Tapi, sepsis dan syok septik pada dasarnya bisa terjadi pada siapa saja.

Oleh sebab itu, maka kiranya penting bagi siapa pun orang untuk dapat mengenal berbagai gejala syok septik sebagai bagian dari upaya diagnosis dini masalah kesehatan ini.

Gejala syok septik yang perlu diwaspadai

Dilansir dari Health Line, orang yang mengalami syok septik akan mengalami gejala sepsis parah.

Sepsis parah didefinisikan sebagai sepsis dengan bukti adanya kerusakan organ yang biasanya memengaruhi ginjal, jantung, paru-paru, atau otak.

Bedanya, orang yang mengalami syok septik juga akan memiliki tekanan darah sangat rendah yang tidak merespons penggantian cairan.

Jadi, berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa dicurigai sebagai gejala syok septik:

  1. Menurunnya frekuenasi maupun jumlah urine atau kencing
  2. Kebingungan akut
  3. Pusing
  4. Masalah pernapasan yang parah
  5. Perubahan warna kebiruan pada jari atau bibir (sianosis)
  6. Tekanan darah rendah (hipotensi)
  7. Kebutuhan obat untuk menjaga tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 65 mmHg
  8. Kadar asam laktat dalam darah (serum laktat) tinggi yang bisa menjadi indikator sel-sel tidak menggunakan oksigen secara benar

Jika mencurigai mengalami gejala syok septik, seseorang penting untuk segera menemui dokter.

Tapi, tentu akan lebih baik jika orang-orang dapat lebih dulu mewaspadai gejala sepsis. Tindakan ini penting untuk mencegah sepsis berkembang menjadi sepsis parah dan memicu syok septik.

Berikut ini adalah beberapa gejala sepsis awal yang sebaiknya tidak diabaikan:

  • Demam biasanya lebih tinggi dari 38 derajat Celcius
  • Suhu tubuh rendah (hipotermia)
  • Detak jantung cepat
  • Napas cepat atau lebih dari 20 napas per menit

Sepsis dapat dengan cepat berkembang menjadi syok septik dan kematian apabila tidak ditangani secara tepat.

Beberapa jenis infeksi yang bisa menyebabkan sepsis dan berisiko menimbulkan syok septik di antaranya adalah infeksi pada saluran napas dan paru-paru, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran reproduksi.

Dalam penanganan sepsis, dokter biasanya akan menggunakan sejumlah obat.

Beberapa obat berikut mungkin akan diresepkan dokter:

  • Antibiotik via intravena (IV) untuk melawan infeksi
  • Obat vasoaktif untuk meningkatkan tekanan darah
  • Insulin untuk menstabilkan gula darah
  • Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan obat penghilang rasa sakit

Sepsis yang parah mungkin juga memerlukan cairan IV dalam jumlah besar. Di samping itu, prosedur lain mungkin juga diperlukan.

Misalnya, penderita yang mengalami gagal ginjal mungkin memerlukan terapi dialisis (cuci darah).

Dengan prosedur dialisis, mesin dapat menyaring limbah berbahaya, garam, dan kelebihan air dalam darah.

Dalam beberapa kasus sepsis, pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumber infeksi.

Prosedur ini termasuk mengeringkan abses berisi nanah atau mengangkat jaringan yang terinfeksi.

https://health.kompas.com/read/2021/05/21/060000168/8-gejala-syok-septik-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.