Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

9 Penyebab Diare yang Penting Dikenali

KOMPAS.com – Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan sering buang air besar (BAB) berair.

Diare merupakan masalah umum yang bisa datang tiba-tiba atau menjadi keluhan kronis.

Keluhan ini bisa menyerang orang-orang dari segala usia.

Ada berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab diare, mulai dari masalah makan hingga kondisi medis yang mendasarinya.

Berikut ini beberapa penyebab diare yang penting dikenali:

1. Keracunan makanan

Keracunan makanan terjadi saat Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri.

Bakteri “membangun” racun dalam makanan yang pada akhirnya membuat Anda sakit.

Beberapa kondisi yang berpotensi menjadi penyebab keracunan makanan adalah:

  • Sanitasi yang buruk
  • Pengolahan atau penanganan makanan yang tidak tepat
  • Makanan yang disimpan pada suhu yang salah

Ciri-ciri diare akibat keracunan makanan:

2. Traveler’s diarrhea

Traveler’s diarrhea adalah diare yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau air minum yang terkontaminasi bakteri atau parasit di derah tujuan.

Jika Anda mengalami diare dan baru-baru ini bepergian atau minum air yang tidak diolah dari sungai, danau, atau kolam, sebaiknya hubungi dokter.

Ciri-ciri diare akibat traveler's diarrhea:

3. Flu perut

Flu perut juga dikenal sebagai gastroenteritis adalah diare yang disebabkan oleh virus.

Meski disebut flu perut, penyebab kondisi ini tidak sama dengan penyebab flu musiman (influenza).

Contoh virus yang dapat menyebabkan flu perut adalah rotavirus dan norovirus. Gastroenteritis juga bisa disebabkan oleh bakteri atau parasite.

Ciri-ciri diare akibat flu perut:

  • Berapa lama diare berlangsung: Biasanya tiga sampai delapan hari
  • Dipicu oleh: Virus, bakteri, atau parasit
  • Ketika gejala muncul: Dalam dua hari setelah terpapar
  • Kondisi diare: Berair
  • Gejala lain: Muntah, demam, badan pegal-pegal

4. Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah kelainan di mana mengonsumsi gluten dapat memicu respons imun dalam tubuh, menyebabkan peradangan, dan kerusakan pada usus kecil.

Gluten sendiri merupakan jenis protein yang dapat ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, barley, tepung spelt, dan gandum hitam (rye).

Beberapa contoh makanan yang mengandung biji-bijian ini, termasuk pasta, keik, sereal sarapan, saus, kecap tertentu, roti, dan beberapa jenis makanan instan.

Dalam adonan rotin atau makanan lain, gliten berfungsi membuatnya menjadi elastis dan kenyal.

Diare adalah salah satu gejala pertama yang dialami banyak orang sebelum didiagnosis mengidap penyakit celiac.

Ciri-ciri diare akibat penyakit celiac:

5. Alergi makanan

Jika setiap kali makan satu jenis makanan tertentu Anda menderita diare, Anda bisa jadi mengalami alergi makanan.

Pada kondisi alergi makanan, sistem kekebalan tubuh memberikan reaksi yang abnormal atau keliru terhadap makanan yang dianggap sebagai alergen.

Reaksi ini pada dasarnya dapat memengaruhi seluruh sistem tubuh, bukan hanya pencernaan.

Ciri-ciri diare akibat alergi makanan:

  • Berapa lama diare berlangsung: Biasanya kurang dari 24 jam
  • Dipicu oleh: Makanan tertentu
  • Ketika gejala muncul: Dalam dua jam
  • Kondisi diare: Berair, mungkin mengandung darah
  • Gejala lain: gatal-gatal di kulit, muntah, pembengkakan wajah, pembengkakan lidah, pembengkakan pada tenggorokan, eksim

6. Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan disebabkan oleh kurangnya enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan tertentu.

Salah satu kasus intoleransi makanan yang sering terjadi adalah intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah gangguan encernaan akibat tubuh tidak mampu mencerna latosa atau gula dalam susu.

Ciri-ciri diare akibat intoleransi makanan:

  • Berapa lama diare berlangsung: Lebih dari empat minggu
  • Dipicu oleh: Makanan tertentu
  • Ketika gejala muncul: Dua hingga 12 jam
  • Kondisi diare: Berair, terkadang mengandung lendir contains
  • Gejala lain: Gas berlebih di lambung, kram perut atau nyeri

Sementara itu, bayi biasanya menunjukkan tanda-tanda intoleransi protein dalam beberapa bulan setelah lahir.

Beberapa bayi mungkin bereaksi terhadap protein makanan yang ada dalam ASI sementara yang lain mungkin bereaksi terhadap formula yang didasarkan pada susu sapi atau kedelai.

Ciri-ciri diare akibat intoleransi makanan pada bayi:

7. Penyakit radang usus

Penyakit radang usus (IBD) termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, keduanya memiliki gejala diare kronis.

Keduanya adalah penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan pada saluran pencernaan. Perawatan untuk penyakit rasang usus ini biasanya memerlukan pembedahan atau dikelola dengan obat-obatan.

Ciri-ciri diare akibat penyakit radang usus:

  • Berapa lama diare berlangsung: Lebih dari empat minggu
  • Dipicu oleh: Tidak terkait dengan makanan tertentu
  • Kondisi diare: Darah atau lendir dalam tinja
  • Gejala lain: Sakit perut, demam, penurunan berat badan, keterlambatan pertumbuhan pada anak

8. Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus (IBS) menggambarkan diare kronis, sembelit, dan sakit perut yang tidak memiliki penyakit yang diketahui sebagai penyebabnya.

Ciri-ciri diare akibat sindrom iritasi usus:

Berapa lama diare berlangsung: Setidaknya enam bulan
Dipicu oleh: Tidak terkait dengan makanan tertentu, meskipun makanan tertentu dapat memperburuk gejala
Kondisi yang terjadi: Fese kecil atau sedikit, sering BAB
Gejala lain: Perut kembung atau distensi kronis; sembelit; nyeri hilang dengan buang air besar

American College of Gastroenterology merekomendasikan agar siapa pun yang didiagnosis dengan IBS dan diare diuji untuk penyakit celiac.

9. Efek samping pengobatan

Beberapa obat, khususnya antibiotik dan kemoterapi dapat menyebabkan diare, termasuk obat pencahar yang mengandung magnesium.

Anda mungkin memiliki reaksi terhadap obat itu sendiri atau zat tambahan, seperti perasa.

Obat juga dapat mengubah keseimbangan bakteri di usus Anda, menyebabkan sakit perut dan diare.

Terkadang penyebab diare adalah terlalu banyak mengonsumsi obat pencahar atau penyalahgunaan obat pencahar jangka panjang.

Bicaralah dengan dokter jika Anda mengalami diare setelah memulai pengobatan baru.

https://health.kompas.com/read/2021/07/06/103000268/9-penyebab-diare-yang-penting-dikenali

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke