Salin Artikel

Mengapa Rokok Bisa Picu Kanker Paru-paru?

KOMPAS.com - Pada awal 1900-an, kanker paru-paru merupakan kondisi yang dapat dikatakan relatif jarang. 

Namun, oleh karena semakin banyak orang mulai merokok, tingkat kanker paru-paru meningkat secara drastis dalam lingkup global.

Tidak setiap orang yang merokok akan mengembangkan kanker paru-paru, tetapi merokok secara signifikan meningkatkan peluang seseorang terkena kanker jenis ini.

Melansir dari Healthline, orang yang merokok memiliki risiko 15 sampai 30 kali lebih besar terkena kanker paru-paru daripada non-perokok.

Semakin lama dan sering ia merokok, semakin tinggi risiko untuk terkena penyakit ini.

Bagaimana rokok menyebabkan kanker paru-paru?

Saat seseorang menghirup asap tembakau, ribuan bahan kimia masuk ke paru-paru.

Banyak dari bahan kimia ini berpotensi merusak DNA di sel paru-paru.

Tubuh pun akan bekerja untuk memperbaiki kerusakan yang dilakukan oleh bahan kimia ini, tetapi seiring waktu, merokok dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada yang dapat disembuhkan oleh tubuh.

Akhirnya kondisi ini dapat menyebabkan pembentukan sel kanker.

Menghirup asap tembakau juga dapat merusak kantung udara kecil yang disebut alveoli di paru-paru.

Kantung udara mikroskopis ini adalah pusat pertukaran gas sistem pernapasan.

Mereka memindahkan oksigen ke dalam darah dan mengeluarkan karbondioksida saat seseorang mengembuskan napas.

Seiring waktu, kerusakan pada alveoli di paru-paru dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis.

Jenis kanker paru-paru

Kanker paru-paru dapat dibagi menjadi dua kategori utama:

  • kanker paru-paru sel kecil (SCLC)
  • kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC)

Sekitar 80 hingga 85 persen kanker paru-paru adalah NSCLC, tetapi kanker SCLC cenderung lebih agresif.

Merokok meningkatkan risiko kedua jenis kanker paru-paru, tetapi setidaknya 95 persen orang dengan SCLC memiliki riwayat merokok.

NSCLC dapat dibagi menjadi beberapa subkategori, tergantung tempat sel kanker mulai tumbuh.

Adenokarsinoma dimulai di sel-sel lendir yang melapisi paru-paru.

Ini adalah jenis kanker paru-paru yang paling umum pada non-perokok, tetapi masih lebih sering terjadi pada perokok daripada non-perokok.

Karsinoma sel skuamosa dimulai di sel datar di dalam saluran udara.

Mereka kurang umum daripada kanker adenokarsinoma tetapi cenderung dikaitkan dengan merokok.

Bisakah perokok pasif memiliki risiko kanker paru-paru?

Paparan jangka panjang terhadap asap rokok dikaitkan dengan sekitar 7.000 kematian akibat kanker paru-paru di Amerika Serikat setiap tahun.

A ulasan studi 2018 menemukan bahwa paparan asap rokok secara signifikan meningkatkan risiko kanker bagi non-perokok, terutama risiko terkena kanker paru-paru dan payudara pada wanita.

https://health.kompas.com/read/2021/08/24/073100568/mengapa-rokok-bisa-picu-kanker-paru-paru-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.