Salin Artikel

5 Mitos Mengerikan Tentang Kanker yang Tak Perlu Anda Percaya Lagi

KOMPAS.com - Ketika didiagnosis menderita kanker, kita pasti takut setengah mati. Selama ini, kanker memang dikenal sebagai penyakit kronis mematikan yang sulit disembuhkan.

Padahal, ada harapan besar bagi pasien kanker untuk kembali sembuh dan beraktivitas seperti biasa.

Menurut ahli onkologi Michael McNamar banyak orang percaya mitos buruk tentang kanker yang tidak akurat.

Seringkali, mitos tersebut lebih menakutkan daripada kenyataan yang mereka hadapi.

Mitos Menakutkan Tentang Kanker

Berikut berbagai mitos menakutkan tentang kanker yang tak perlu kita percaya lagi:

1. Kanker selalu berakibat fatal

Sebagian besar bentuk kanker, tergantung kapan mereka terdeteksi, dapat diobati dan disembuhkan.

Beberapa bentuk kanker bahkan dapat disembuhkan pada stadium lanjut.

“Selain menyembuhkan kanker testis lanjut dan limfoma (penyakit Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin), sebagian besar bentuk awal kanker payudara, usus besar, prostat dan kulit, termasuk melanoma juga masih ada harapan sembut,” kata McNamara.

2. Kanker akan membuat rambut rontok

Kanker itu sendiri tidak akan membuat rambut Anda rontok. Penyebab rambut rontok adalah metode pegobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi.

Namun, adapula pengobatan kemoterapi yang tidak menyebabkan rambut rontok.

“Saya memperkirakan sekitar setengah dari kemoterapi yang kami gunakan tidak menyebabkan kerontokan rambut,” kata McNamara.

Banyak obat khusus pasien kanker yang juga tidak membuat rambut rontok.

3. Kanker selalu menyakitkan

Beberapa kanker tidak pernah menyebabkan rasa sakit. Perawatan paliatif dan manajemen nyeri adalah aspek besar dari perawatan kanker sehingga rasa sakit pun bisa berkurag.

Namun, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami rasa sakit di bagian tubuh tertentu saat menjalani perawatan kanker.

4. Kanker selalu harus segera diobati

Tidak semua jenis kanker yang terdiagnosis harus segera diobati.

“Karena Anda mendapatkan diagnosis kanker tidak berarti harus segera diobati. Kita bisa menunggu. Itu sulit untuk diceritakan kepada beberapa orang dan sulit bagi mereka untuk mengerti, ”kata Dr. McNamara.

5. Kanker terjadi karena fakto genetik

Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker memang dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker tertentu, seperti kanker payudara atau usus besar.

Beberapa orang memiliki riwayat kanker keluarga yang sangat kuat, atau anggota keluarga yang didiagnosis pada usia yang sangat muda.

Keduanya menunjukkan adanya gen kanker yang diturunkan, seperti gen kanker payudara BRCA1.

“Kami telah menguji banyak mutasi ini dan bekerja sama dengan konselor genetik,” katanya.

Namun, tidak selamanya kanker terjadi karena faktor genetik. Kebanyakan orang dengan kanker tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarga.

Sebaiknya, kebanyakan orang dengan riwayat keluarga kanker tidak pernah mengembangkan penyakit ini.

https://health.kompas.com/read/2021/10/05/210100268/5-mitos-mengerikan-tentang-kanker-yang-tak-perlu-anda-percaya-lagi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.