Mengapa Artis Pakai Sabu?

Kompas.com - 10/03/2011, 13:40 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com Yoyo yang merupakan drumer band Padi dan Iyut Bing Slamet tertangkap tangan sedang menggunakan sabu sehingga tertangkap petugas. Berita artis terjerat narkoba kembali muncul di permukaan.

Fenomena pemakaian narkoba jenis sabu memang bukan hal baru di kalangan artis. Alasan memilih narkotika jenis ini mungkin dapat sedikit saya bagi untuk pembaca sekalian.

Euforia dan ekstase

Sabu murni berbentuk kristal putih. Ini merupakan golongan obat stimulan jenis metamfetamin yang satu derivat turunan dengan amfetamin yang terkandung dalam pil ekstasi. Banyak orang menggunakan zat ini untuk mendapatkan efek psikologis.

Efek yang paling diinginkan adalah perasaan euforia sampai ekstase (senang yang sangat berlebihan). Obat ini juga menimbulkan efek meningkatnya kepercayaan diri, harga diri, dan peningkatan libido. Pemakai sabu bisa tampil penuh percaya diri tanpa ada perasaan malu sedikit pun dan menjadi orang yang berbeda kepribadian dari sebelumnya.

Salah satu yang mungkin menarik banyak orang untuk memakai zat ini adalah pemakaian zat ini tidak dibarengi dengan efek sedasi atau menurunnya kesadaran akibat zat tersebut. Tidak seperti pemakai heroin atau ganja, pemakai sabu dapat membuat dirinya untuk tetap membuat terjaga dan konsentrasi.

Selain efek yang menyenangkan di atas, sebenarnya sabu juga membuat timbulnya gejala-gejala psikosomatik, paranoid, halusinasi, dan agresivitas. Kelebihan pemakaian obat ini akan membuat orang menjadi mudah tersinggung dan berani berbuat sesuatu yang mengambil risiko.

Jika melihat efeknya yang menyenangkan di atas, terutama berkaitan dengan percaya diri tampil dan peningkatan keberanian, maka tidak heran banyak artis yang senang menggunakannya. Dengan alasan ingin menambah proses kreatif, sabu pun terkadang digunakan.

Satu lagi alasan memakai sabu adalah membuat orang tidak ingin makan. Tidak heran, zaman dulu obat golongan ini juga banyak digunakan untuk melakukan diet walaupun saat ini sudah ditinggalkan karena efek ketergantungan dan kerusakan otak.

Efek terhadap fisik

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Health
Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Health
Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Health
Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Health
Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Health
5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

Health
Cara Menghilangkan Karang Gigi, Bisakah Dilakukan Sendiri?

Cara Menghilangkan Karang Gigi, Bisakah Dilakukan Sendiri?

Health
9 Makanan yang Mengandung Tembaga Tinggi

9 Makanan yang Mengandung Tembaga Tinggi

Health
9 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Gejala TB Kelenjar

Gejala TB Kelenjar

Health
Manfaat Menyusui bagi Kesehatan Ibu

Manfaat Menyusui bagi Kesehatan Ibu

Health
Berapa Hari Sekali Kita Harus Keramas?

Berapa Hari Sekali Kita Harus Keramas?

Health
Cara Menggunakan Tisu Basah Antiseptik Agar Efektif Basmi Kuman

Cara Menggunakan Tisu Basah Antiseptik Agar Efektif Basmi Kuman

Health
Obat Vertigo Alami yang Ampuh

Obat Vertigo Alami yang Ampuh

Health
Penyebab Ejakulasi Tertunda yang Bisa Kurangi Kepuasan Seksual

Penyebab Ejakulasi Tertunda yang Bisa Kurangi Kepuasan Seksual

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X