Akupunktur Sembuhkan Sakit Punggung

Kompas.com - 15/05/2009, 22:40 WIB
Editor

KOMPAS.com - Pengobatan dengan cara akupunktur, nyata atau palsu, dapat membantu menyembuhkan sakit pungung, demikian tulis sebuah artikel yang dirilis Reuters.  
     
Dalam tulisan itu disebutkan, akupunktur banyak menolong masyarakat yang mernderita sakit punggung, dibandingkan pengobatan dengan cara standar lainnya, baik dengan menggunakan "toothpick" (tusuk gigi) atau "real needle (jarum), kata para peneliti dari Amerika Serikat, dalam sebuah studi yang mempertanyakan cara kerja akupunktur.

Beberapa pasien merasakan manfaat menggunakan cara pengobatan tersebut dalam jangka waktu satu tahun, kata tim peneliti yang melaporkan pada "Archives of Internal Medicine".  

"Hasil studi kami menunjukkan bahwa anda tidak perlu menusukkan beberapa jarum pada seseorang untuk mendapatkan efek yang sama," kata Dr. Daniel Cherkin dari Group Health Center for Health Studies di Seattle, yang memimpin studi itu.

Menurut sejarah, beberapa tipe akupunktur telah menggunakan cara tanpa menusukkan jarum. Seperti halnya perawatan yang memasukkan unsur efek psikologi yang membuat perbedaan klinis," kata Karen Sherman dari Group Health yang ikut bekerja dalam studi tersebut, saat memberikan pernyataan.

Tim menangani 638 pasien dengan penyakit kronis pada punggung yang dibagi dalam beberapa grup, yakni dua grup menerima perawatan akupunktur dengan beberapa jarum dan satu kelompok lain dengan tusuk gigi. Sedang satu kelompok lainnya hanya menggunakan pengobatan standar medis.

Setelah delapan minggu, hampir 60 persen dari masing-masing pasien yang menggunakan dua tipe pengobatan cara akupunktur itu melaporkan peningkatan kesembuhan yang cukup signifikan sesuai fungsinya, tapi tidak ada perbedaan yang signifikan apakah akupunktur tipe jarum atau tusuk gigi yang digunakan.
     
Bagimanapun cara keduanya bekerja sama. Para peneliti bilang pengobatan cara akupunktur diketahui relatif lebih aman dan merupakan cara mudah untuk mengurangi rasa sakit pada punggung, terutama apabila obat tradisional sendiri gagal dilakukan, demikian para peneliti. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.