Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prediksi Tren 2011 oleh 8 Perancang IPMI

Kompas.com - 28/10/2010, 16:54 WIB
EditorNadia Felicia

KOMPAS.com - Ketika kita berbicara mengenai tren, nampaknya tak akan pernah cukup. Selalu akan ada yang baru dan dibicarakan mengenai tren. Tak hanya tren tata rias wajah atau rambut, ada pula gaya berbusana itu pun masih terbagi lagi, ada siluetnya, detailnya, hingga aksesori. Sebanyak 8 perancang, yang semula direncanakan ada 9 perancang memamerkan koleksi busana yang dibuat sebagai perkiraan mereka akan menjadi tren untuk tahun 2011 mendatang.

Mereka adalah; Era Soekamto, Carmanita, Tuty Cholid, Sutanto Danuwidjaja, Priyo Oktaviano, Tri Handoko, Adesagi Kierana, dan Barli Asmara. Pada hari pertunjukkan, seorang desainer, Stephanus Hamy terpaksa tidak mengikuti karena masalah kesehatan. Kedelapan desainer yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) ini menggelar acara trend show. Acara ini merupakan ajang tahunan yang dilakukan sebagai perkiraan tren mode di tahun mendatang dari kacamata para perancang.

Ajang yang juga sebagai acara pembuka untuk perayaan 25 tahun berdirinya IPMI ini digelar pada hari Rabu, (27/10/2010) di Plaza Bapindo. Dalam konferensi pers yang digelar sebelum hari pertunjukkan, Era Soekamto sempat menjelaskan bahwa busana yang mereka buat ini merupakan hasil karya mereka, dan tidak mengacu kepada desain luar negeri atau tren yang berlaku di dunia luar. Ditambahkan oleh Ketua Umum IPMI, Syamsidar Isa, "Iklim kita di Indonesia saja sudah berbeda, cara kita berpakaian pun berbeda, belum lagi aturan-aturan adat sekitar, ada begitu banyak ragam. Jadi, mengapa kita tidak membuat desain sendiri? Awalnya dari kita sendiri, lalu siapa tahu akan berdampak ke luar."

Kedelapan desainer ini menunjukkan kebolehan mereka di hadapan para undangan dan media. Memang, 8 desainer dari setidaknya 30-an desainer yang mereka miliki sekarang terkesan sedikit. Namun, pernah terucap dari Syamsidar, bahwa saat ini ia merasa sangat bangga bahwa pihaknya sudah mampu "menetaskan" para desainer-desainer sukses, sebut saja Ari Seputra, Sebastian Gunawan, Ghea Panggabean, Kanaya Tabitha, dan lainnya. Mereka kini sudah bisa menggelar show tunggal. Jadi, tak heran ketika trend show, hanya sedikit yang terlibat.

Koleksi yang Berwarna-warni

Tema yang dibawa untuk trend show tahun ini adalah Metamorphic, sebagai penanda perubahan orientasi dunia mode Indonesia. Sub tema dari acara ini adalah Asialicious, Retrofuture, dan Neorealis untuk menggambarkan eksotisme Asia yang kaya warna, harmonisasi masa kini dan masa depan, serta hilangnya batas imaji dan realita.

Peragaan busana dibuka dengan koleksi dari Tri Handoko yang mengusung tema Tri Handoko Resort 2011. Ia mencoba menampilkan koleksi yang sangat feminin, seksi, dan kuat. Koleksinya banyak menggunakan busana pas tubuh, ditambahkan ornamen see-through dari bahan tulle dan lace, beberapa warna kuat dan terang, seperti oranye, biru, kuning, hijau, dan putih. Bagian belakang pakaian yang backless juga terlihat dalam beberapa koleksi busananya.

Priyo Oktaviano, dengan koleksi bertajuk Perle de L'est mencoba mengangkat kain tenun Palembang dan Bali, sebagai bagian kerjasamanya dengan Cita Tenun Indonesia. Terbuat dalam bentuk dress cheongsam, rok dan atasan yang dipadankan mengikuti lekuk tubuh dan bersifat kekinian, dipadankan pula pada koleksi celana dari bahan tradisional menguak desain yang berbeda. Di penghujung peragaannya, baju bergaya kimono dibuat Priyo dengan kain songket tradisional Indonesia. Memberi perspektif berbeda dalam melihat adat ketimuran.

Masih konsisten dengan gayanya, Sutanto Danuwidjaja menunjukkan koleksi yang bertajuk Passion of Flowers, tetap dengan koleksi dress mini dan pas tubuh. Sedikit ornamen bunga artifisial dari kain yang berwarna senada dengan dress. Kembali terlihat warna-warni cerah, seperti kuning, ungu, jingga, dan lime green dalam koleksi busana Sutanto. Offnesel di sana-sini, juga tempelan kain lepas untuk membuat koleksi terlihat lebih segar dan dinamis.  

Tuty Cholid, dalam tema Portraits of Exotica menggunakan siluet busana tradisional dari koleksi negara-negara tetangga, seperti Jepang, India, Thailand, dan China. Namun ia padukan dengan motif batik Solo, serta warna dari motif tenun ikat Bali dan Makassar. Prediksi Tuty, tahun depan akan lebih condong ke permainan warna hitam, pink, hijau, magenta, kuning kecokelatan, dan cokelat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+