Bebas dari Keracunan Makanan

Kompas.com - 26/11/2010, 16:38 WIB
EditorLusia Kus Anna

Jika kita berbicara mengenai makanan, sebenarnya yang penting dibahas tak hanya nutrisi sehat apa saja yang terkandung di dalamnya. Kita juga harus mengerti bagaimana pengolahannya. Bahkan ada beberapa jenis makanan yang butuh perhatian khusus sebelum dimasak dan dinikmati.

Itu mengapa kita perlu mengenali makanan apa saja yang lebih mudah rusak sehingga butuh cara penyimpanan serta pengolahan tersendiri. “Ingat yang harus dihindari adalah faktor risiko keracunan makanan, bukan makanannya,” ucap juru bicara Center for Science in the Public Interest (CSPI), Sarah Klein. CSPI adalah organisasi yang mengadvokasi masyarakat Amerika untuk mendapatkan nutrisi dan makanan yang tak hanya sehat tapi juga aman.

Dan dari hasil yang ditemukan Klein bersama timnya, ditemukanlah makanan-makanan ‘sensitif’ yang bisa jadi mengancam kesalamatan kita jika pengolahannya tidak tepat. Inilah daftar lengkapnya:

Sayuran hijau.
Ya, ini adalah sayuran yang paling sering kita jumpai dengan jenis yang beragam, mulai dari selada, bayam, hingga brokoli dan kol. CSPI menemukan, setidaknya ada 13.568 kasus gangguan pencernaan usai mengonsumsi sayuran hijau. Data itu dikumpulkan sejak 1990 hingga 2006.

Hal yang penting kita perhatikan saat akan mengolah sayuran hijau adalah kebersihan sayur dan tangan kita. Pastikan sebelum mulai mencuci sayur, kita terlebih dahulu membersihkan tangan kita. Setelah itu, pastikan juga kita tidak menyimpan sayuran hijau dekat dengan daging. Sebab daging juga bisa menyebar bakteri yang dengan mudah menempel pada helai sayuran hijau.

Telur.
Menu sarapan yang satu ini, tercatat sudah menimbulkan keracunan makanan sebanyak 352 kali sejak 1990. Penyebab utamanya adalah kontaminasi bakteri salmonella yang dapat membuat kita mengalami diare akut.
Bakteri ini dapat menerobos masuk ke dalam telur. Dan apabila kita tidak memasaknya dengan baik maka salmonella masih berpeluang hidup.

Craig Hedberg, PhD., dari University of Minnesota School of Public Health, Minneapolis, menyarankan agar kita mencuci kulit telur sebelum kemudian di simpan dalam lemari es. Karena kadang kala kotoran yang menempel pada cangkang ini bisa menjadi peluang munculnya bakteri. “Dan pastikan telur yang kita konsumsi matang dengan baik sehingga segala macam bakteri mati dengan sempurna.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ikan Tuna.
Ikan tuna sangat rentan terkontaminasi oleh scombrotoxin yang dapat menyebabkan pusing dan kram. Biasanya ikan akan mudah terkontaminasi jika setelah penangkapan tempat penyimpanannya tidak layak. Bahkan setelah dimasak pun, bakteri tersebut masih tinggal dalam ikan.

Klein menyarankan, agar kita membeli ikan dari supplier yang memang terbukti menyediakan ikan-ikan segar. Kita bisa deteksi ikan segar dengan melihat warna sisik yang masih cerah dan mata ikan masih berwarna segar. Lalu tekan-tekan ikan untuk merasakan apakah dagingnya masil lembut atau tidak.

Keju.
Keju sangat rentan terkontaminasi oleh bakteri Salmonella atau Listeria. Pada wanita hamil, dua bakteri ini bisa berbahaya bagi janin.

Yang menjadi kunci utama agar keju tetap aman untuk dikonsumsi adalah simpan makanan ini dengan cara yang benar. Bungkus sisa keju dengan alumunium dan simpan dalam wadah kedap udara. Dan ingat, sebelum memotong, pastikan pisau yang kita gunakan bersih serta kering.

Tomat.
Sama seperti sayuran hijau, kontaminasi tomat biasanya terjadi pada selesai di petik hingga sampai ke dapur kita. Karena itu, sangat penting untuk selalu mencuci tomat sebelum di masukkan ke dalam kulkas. Dan jangan satukan tomat dengan sayuran hijau, karena sayuran hijau mengeluarkan gas yang dapat membuat tomat cepat busuk.

Ingat, daftar ini bukanlah untuk membuat kita menjauhi makanan-makanan tersebut agar terhindar dari keracunan makanan. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengingat cara penyimpanan yang tepat, sehingga tak ada peluang bagi bakteri mengontaminasi makanan-makanan tersebut. (Siagian Priska)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.