Jumlah Donor Kornea Mata Minim

Kompas.com - 28/06/2011, 09:51 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS - Minimnya donor kornea mata di Indonesia menyebabkan operasi kornea mata masih bergantung pada pasokan kornea dari luar negeri.

Tahun 1968 hingga kini, total donor kornea mata di Indonesia 18.000 orang. ”Di luar Jakarta jumlah donor sangat minim,” kata Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia/Bank Mata Indonesia, Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, akhir pekan lalu.

Pencangkokan kornea masih bergantung pada kiriman dari luar negeri, terutama Amerika Serikat. Dari sekitar 4.000 kasus transplantasi kornea, sekitar 3.000 donor berasal dari luar negeri.

Kebutaan kornea disebabkan penyakit bawaan (genetik) dan kecelakaan. Penderitanya bertambah setiap tahun. Di Indonesia, kebutaan kornea penyebab terbesar kedua kebutaan setelah katarak. Tak kurang dari 24.000 penduduk Indonesia mengalami kebutaan kornea.

Kebutaan jenis ini hanya bisa ditanggulangi dengan pencangkokan kornea dari donor. Namun, penderita kebutaan kornea tak bisa langsung dioperasi karena kornea mata donor baru bisa diambil setelah donor meninggal dunia.

Butuh dorongan

Donor kornea didahului mendaftar di bank mata. Calon donor bisa mendaftar online di situs bank mata.

Menurut Tjahjono, minimnya jumlah donor disebabkan kurangnya dukungan pemerintah. Di Singapura, pemerintah tak hanya mengalokasikan anggaran untuk kegiatan bank mata, tetapi juga menetapkan setiap warga yang meninggal adalah calon donor, kecuali membuat pernyataan menolak menjadi donor. Di Filipina, ada peraturan yang memudahkan mendapat donor kornea dari korban kecelakaan yang meninggal di rumah sakit.

Deradjad S Widhyharto, pengajar Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UGM, mengatakan, faktor budaya dan nilai agama turut menyebabkan minimnya jumlah donor organ tubuh di Indonesia. Organ tubuh dianggap bagian privat dari tubuh sehingga seseorang tidak akan mudah menyumbangkannya kepada orang lain.

Pemuka agama dan tokoh masyarakat harus diajak membicarakan masalah itu. Merekalah yang bisa memberi pemahaman kepada publik. Selain itu, pemerintah juga harus mengambil peran sentral menyosialisasikan itu kepada masyarakat. (ARA)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Health
Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

Health
Sindrom Cushing

Sindrom Cushing

Penyakit
7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

Health
5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

Health
4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Health
Penyakit Paru Interstisial

Penyakit Paru Interstisial

Penyakit
Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Health
Meningioma

Meningioma

Penyakit
Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Health
12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Health
Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Health
Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Health
Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.