Pilih Mana, Ayam Kampung atau Broiler?

Kompas.com - 06/02/2012, 08:41 WIB
EditorAsep Candra

TANYA :  

Ibu Sari, saya ingin menanyakan soal konsumsi daging ayam untuk anak-anak  di usia pertumbuhan. Apakah jenis daging ayam yang paling baik untuk mereka? Saat ini di pasaran terdapat berbagai macam daging ayam yang ditawarkan mulai dari jenis broiler, ayam jantan, ayam kampung biasa, ayam kampung organik dan sebagainya.  Ada yang menyebutkan, broiler sebaiknya dihindari karena mengandung hormon dan lebih baik memilih yang organik saja karena pakannya alami. Apakah memang benar demikian? Bagaimanakah cara menyajikan daging ayam supaya kadar lemaknya rendah, mengingat menu masakan ayam saat ini yang digemari hanyalah ayam goreng atau fried chicken yang lemak dan kalorinya tinggi. Terima kasih atas penjelasannya 

(Zahira, 37, Jakarta)

JAWAB :

Ibu Zahira yang baik,

Sebenarnya semua jenis ayam baik, karena ayam merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan lebih rendah kandungan lemak jenuhnya dibanding daging berwarna merah. Ayam juga kaya akan kandungan mineral (kalsium, tembaga, zat besi, fosfor, kalium dan zinc) dan beragam vitamin (vitamin A dan berbagai vitamin B).

Yang membedakan kandungan nutrisi ayam kampung atau diternak/broiler adalah kandungan lemak dan total energinya. Berdasarkan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), berikut adalah kandungan zat gizi ayam per 100 gram bahan :

Jenis,    Energi (kkal),    Protein (gr),    Lemak (gr)
Ayam Pasundan (kampung)    246    37.9    9
Ayam Ras dada (pioner)    295    37    14.7

Jadi dari segi nutrisi, ayam broiler lebih lebih tinggi kandungan lemaknya dibanding dengan ayam kampung.

Di Indonesia, hormon sebagai pemacu pertumbuhan atau penggemukan dan hormon lain yang sejenis dilarang diedarkan dan dipergunakan berdasarkan surat Edaran Direktur Kesehatan Hewan no. 329/XII/4-1—1983. Jadi, sebanarnya aman-aman saja mengkonsumsi ayam broiler.

Kandungan lemak pada ayam banyak terdapat pada bagian bawah kulitnya. Cara menyajikan ayam supaya kadar lemaknya lebih rendah adalah dengan menyisihkan kulitnya sebelum dimasak atau tidak memakan kulitnya.

Selain itu minyak untuk menggoreng mengandung tinggi lemak dan tinggi kalori. Tips untuk mengurangi lemak dalam masakan adalah dengan melilih bervariasi teknik memasak misalnya mengukus, memanggang, menumis. Sehingga selain ayam goreng bisa dinikmati juga ayam pepes, ayam panggang, sup ayam atau cah ayam dan sayuran.

Semoga bermanfaat.

Salam Sehat dan Sejahtera

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.