Dampak Gegar Otak Lebih Berat pada Remaja

Kompas.com - 29/02/2012, 11:27 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Gegar otak adalah cedera otak yang terjadi akibat benturan atau goncangan yang hebat, yang dapat menyebabkan hilangnya fungsi otak untuk sementara waktu.  Walau kebanyakan kasus kerusakan akibat gegar otak tidak permanen, namun cedera pada kepala berpotensi serius. Remaja termasuk dalam kelompok yang rentan pada efek gegar otak.

Dalam penelitian terungkap, remaja yang pernah gegar otak mengalami gangguan pada kerja daya ingat, kemampuan untuk memproses dan menyimpan informasi jangka pendek di otak. Kemampuan ini juga diperlukan dalam proses belajar. Gangguan pada otak itu ditemukan enam bulan pasca kejadian gegar otak.

Area otak yang bertanggung jawab pada daya ingat, yakni lobus frontalis, mengalami perkembangan yang pesat ketika anak berada di usia remaja. Akibatnya area otak ini lebih rentan dan mudah terpengaruh pada efek gegar otak.

Menurut David Ellemberg, profesor kinesiologi dari Universitas Montreal, Kanada, penurunan fungsi pada area otak lobus frontalis, bisa mengganggu kemampuan seseorang dalam mengerjakan kegiatan rutin harian.

Dalam penelitiannya, Elemberg dan timnya melibatkan 96 atlet remaja laki-laki yang bermain sepak bola, hoki, serta rugby. Separuh dari atlet tersebut mengalami gegar otak enam bulan sebelumnya.

Para atlet tersebut juga diminta menjalani tes untuk mengukur kemampuan kognitif mereka seperti menghitung mundur atau mengeja kata-kata. Mereka juga melakukan tes gelombang otak dengan EEG untuk mengetahui kerja area otak yang bertanggung jawab pada daya ingat.

Meski hasil tes EEG tidak menunjukkan kelainan pada otak atlet yang pernah menderita gegar otak, tetapi tetap terlihat adanya perbedaan dibandingkan dengan otak orang yang sehat. Respon saraf pada remaja tersebut lebih lemah dan kurang efisien dibandingkan dengan kelompok orang dewasa yang juga pernah gegar otak.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata otak remaja jauh lebih rentan terhadap efek gegar otak dibandingkan dengan otak anak-anak.

Cedera pada kepala sendiri bisa disebabkan oleh berbagai sebab seperti kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh, serangan fisik, atau berolahraga.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.