Kompas.com - 21/12/2012, 11:53 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Lari mundur sering dianggap salah arah karena tidak sesuai dengan lari pada umumnya. Lari mundur pun belum menjadi olahraga resmi yang dilombakan pada acara-acara olahraga. Meskipun demikian, ternyata lari mundur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Sebuah studi berskala kecil menunjukkan lari mundur dapat mencegah orang terkena ataupun membantu orang untuk sembuh dari cedera, memperbaiki keseimbangan, bahkan bisa membakar kalori dua kali lebih banyak.

Berlari dengan cara mundur mungkin pernah dilakukan oleh setiap orang. Namun biasanya, ini tidak dilakukan dengan serius. Memang, berlari mundur memberikan dampak berbeda pada tubuh.

Para peneliti yang mengamati pelari berlari menyimpulkan bahwa berlari maju membuat kaki bagian belakang menolak tanah untuk membuat hentakan maju. Sebaliknya ketika berlari mundur, bagian kaki yang menolak adalah bagian depan. Hal ini berarti pelari mundur berlari lebih lembut.

Selain itu, cara berlari ini lebih disarankan untuk yang mengalami masalah lutut karena ternyata lari mundur dapat memberikan dampak lebih baik pada lutut.

Para peneliti juga mengatakan, dengan kecepatan yang sama, lari mundur dapat membakar kalori lebih banyak daripada berlari maju. Hal tersebut karena saat berlari mundur kita mengeluarkan energi 30 persen lebih banyak.

Studi menunjukkan wanita pelari yang lari mundur selama 15-45 menit, tiga kali seminggu selama enam minggu, mengalami penurunan berat badan sebanyak 2,5 persen dari berat tubuhnya. Dengan catatan, mereka tidak melakukan olahraga lain selama pendataan.

Lari mundur juga dapat membantu keseimbangan lebih baik. Penderita parkinson yang diberikan latihan jalan mundur dilaporkan kembali mendapatkan keseimbangan tubuh mereka.

Meskipun demikian, lari mundur dapat menyebabkan kelelahan otot sehingga para peneliti menyarankan untuk menjadikan lari mundur sebagai variasi olahraga, dan tidak dilakukan sebagai latihan utama.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.