Kompas.com - 03/01/2013, 11:44 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Apakah memasukkan sesendok es krim atau menyeruput kopi membuat Anda meringis? Jika ya, Anda mungkin memiliki gigi sensitif. Gigi sensitif memang masalah yang diderita oleh sebagian besar orang, diperkirakan 3 dari 4 orang menderita gigi sensitif.

Gigi sensitif menyebabkan gigi telalu peka dengan sensasi panas, dingin, minuman atau makanan manis dan asam. Meskipun kasusnya banyak terjadi, namun belum ada obat untuk masalah gigi ini. Sejauh ini, pasta gigi khusus gigi sensitif dan beberapa permen hisap tanpa gula banyak digunakan dapat meringankan gejalanya.

Namun para peneliti di University of Hong Kong dan Anhui Medical University di Cina melalui sebuah studi barunya yang dimuat dalam jurnal ACS Applied Materials and Interfaces, telah menemukan cara untuk menyembuhkan gigi sensitif dengan metode alami.

Menurut American Dental Association, gigi sensitif disebabkan oleh sejumlah faktor seperti terlalu agresif ketika menyikat gigi, gigi retak dan penyakit gusi. Gejala muncul ketika hilangnya lapisan luar gigi, enamel, dan lapisan di dalamnya yang lebih lembut, dentin, sehingga saraf di dalam gigi pun lebih mudah terkena rangsang.

Para peneliti melakukan percobaan yang bertujuan membangun kembali baik enamel dan dentin pada waktu yang sama. Untuk mencapai tujuan ini, mereka menggunakan sejenis perekat yang digunakan oleh kerang saat menempel pada benda. Mereka berteori bahwa perekat ini dapat mengikat mineral dengan dentin cukup lama sehingga memungkinkan proses pembentukan dentin akan terjadi secara terus menerus.

Percobaan dilakukan dengan melumuri enamel dan dentin gigi partisipan dengan perekat dan mineral. Mineral digunakan karena gigi biasanya rusak karena paparan mineral. Kemudian mereka menemukan bahwa ketika gigi terpapar oleh kedua substansi tersebut, gigi pun membentuk kembali lapisan enamel dan dentin. Ketika hanya terpapar mineral, makanya hanya dentin saja yang terbentuk.

"Bisa jadi temuan kami ini merupakan teknik sederhana untuk menginduksi remineralisasi enamel dan dentin secara bersamaan yang dapat digunakan secara universal, selain juga dapat menjadi langkah inovatif dalam memerangi gigi sensitif," ungkap para peneliti menyimpulkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.