Kompas.com - 28/04/2013, 12:06 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Para ibu hamil disarankan untuk tidak langsung melakukan prosedur liposuction atau sedot lemak usai melahirkan. Liposuction dikhawatirkan tidak akan mendukung ibu untuk memberi ASI pada buah hatinya.

Menurut Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof.Dr.Ir. Hardinsyah, tubuh yang melar akibat proses kehamilan adalah suatu proses alami yang perlu disyukuri setiap wanita. Penambahan berat badan pascakehamilan ibarat "tabungan berharga" yang menjadi investasi ibu selama masa pemberian ASI. Saat seorang ibu menjalankan ASI eksklusif dengan baik, maka berat badannya itu akan menjadi bekal selama proses menyusui .

"Tubuh yang masih melar memiliki fungsi sendiri bagi ibu dan bayi. Tidak usah khawatir, nanti kecil sendiri," kata Hardinsyah, MS dalam  acara temu media di Jakarta, Sabtu (27/4/2013).

Masih melarnya tubuh ibu, menurut Hardinsyah, justru akan memberi kemudahan pada ibu untuk memberi ASI. Tubuh melar merupakan tanda ibu masih memiliki cadangan makanan yang cukup, dan memungkinkannya memberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.

Hardinsyah mencontohkan pertambahan berat badan pada ibu yang memiliki tinggi antara 155-160 sentimeter. Apabila si ibu memiliki tubuh sedang, pertambahan berat badan berkisar 12-15 kilogram saat hamil. Sepertiga bagian untuk cadangan makanan bagi ibu, sepertiga lain untuk makanan bagi janin, dan sepertiga lain untuk peningkatan cairan dalam tubuh ibu.

Peningkatan cairan diwujudkan dengan meningkatnya volume darah dan air ketuban pada tubuh ibu untuk proses melahirkan. Ada sekitar 3-4 kilogram yang masih tersisa usai ibu melahirkan dan cadangan inilah yang akan keluar melalui air susu ibu (ASI).

"Biasanya cadangan ini antara 2,5 sampai 3 kilogram. Namun 3 sampai 4 kilogram memungkinkan ibu dan anak sama-sama sehat," jelas Hardinsyah.

Penurunan berat badan biasanya akan mulai dialami seorang ibu 3-4 bulan usai melahirkan. Menurut Hardinsyah, penurunan ini biasanya terjadi perlahan. Tingkat penurunan juga berbeda pada setiap individu. Hardinsyah juga bilang, biasanya berat badan ibu hamil baru kembali seperti semula setelah 9 bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.