Kompas.com - 08/05/2013, 13:48 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Penelitian menunjukkan, paparan media dengan konten pornografi seperti gambar atau film dewasa di internet dapat mempengaruhi perilaku seksual para remaja.

Studi terbaru yang dipublikasi dalam The Journal of Sexual Medicine menunjukkan, para remaja Belanda yang menonton tayangan dengan konten dewasa cenderung melakukan aktivitas seksual demi uang. Mereka juga lebih berani mencoba perilaku seks yang baru dibandingkan remaja lainnya. Meskipun dalam laporannya peneliti mengklaim hubungan antara paparan pornografi dengan perilaku seksual ini kecil, yakni antara 0,3 persen hingga 4 persen, akan tetapi setidaknya membuktikan bahwa dampak atau pengaruhnya terhadap remaja tetap nyata.

Gert Martin Hald, peneliti yang juga psikolog di University of Copenhagen Denmark menyatakan, hasil kajian dari timnya menunjukkan bahwa selain konten pornografi ada faktor-faktor lain yang menyebabkan remaja lebih berani mencoba seks, di antaranya sekedar ingin mencari sensasi.

Hald dan timnya melakukan survei terhadap 4.600 orang yang berusia 15 hingga 25 tahun tentang aktivitas seksual dan tayangan media yang mereka tonton. Mereka menemukan, sebanyak 88 persen pria dan 45 persen wanita pernah menonton tayangan berbau seksualitas, baik melalui televisi, majalah, film, ataupun online dalam satu tahun terakhir.

Studi ini memang belum dapat membuktikan seberapa besar peran media dalam mempengaruhi perilaku seksual, namun pada remaja dan dewasa muda yang menonton tayangan dengan konten seksualitas cenderung untuk melakukan seks lebih banyak dan bervariasi.

Temuan ini lain yang diungkap dalam Journal of Sex Research pada 2011 mengungkap hubungan paparan konten pornografi dengan aktivitas seks di usia dini . Riset yang melibatkan remaja di Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa menonton tayangan dengan konten seks berkaitan dengan aktivitas seksual pertama kali di usia yang lebih muda.

Sedangkan studi yang dimuat jurnal Pediatrics pada buan April lalu, sepertiga dari remaja di Amerika Serikat telah terlibat dalam aktivitas seksual pada usia 16, dan sebanyak 71 persen melakukannya pada usia 17 tahun. Sebuah survei lainnya di tahun 2006 menemukan, remaja berusia 12 hingga 14 tahun yang lebih banyak menonton media berkonten seks cenderung melakukan aktivitas seksual di usia 16 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun demikian, peneliti menganggap studi-studi tersebut belum dapat membuktikan pengaruh media berkonten seksualitas dalam mempengaruhi perilaku seks remaja. Menurut mereka, ada faktor lain yang lebih besar seperti ketertarikan lebih besar pada seks secara umum.

"Tayangan media berkonten seksual pada kenyataannya perlu dipertimbangkan sebagai penghubung dari faktor-faktor ini terhadap perilaku seks remaja," kata Hald.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.