Kompas.com - 26/06/2013, 17:20 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Tinggi badan menjadi salah satu indikator tumbuh kembang anak. Anak yang sehat memiliki tinggi dan berat badan seimbang. Anak yang sehat biasanya tumbuh di lingkungan yang juga sehat. Anak sehat dengan tinggi ideal memiliki asupan gizi optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya. Sebaliknya, anak bertubuh pendek kemungkinan lahir dari di lingkungan dengan asupan gizi buruk.

Menurut Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI, Minarto, tinggi badan anak dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya tinggi badan ibu. Seorang ibu yang tinggi badannya rendah dan memiliki riwayat kurang gizi, berpeluang melahirkan seorang anak yang memiliki kecenderungan tinggi badan tidak maksimal.

"Tinggi badan tidak melulu masalah keturunan. Anak pendek berpeluang lahir dari ibu yang juga pendek," kata Minarto pada Seminar Nasional Pangan dan Gizi dan Kongres Pergizi Pangan Indonesia 2013, Selasa (25/6) kemarin di Jakarta.

Minarto tidak menyebutkan seberapa besar risiko ibu pendek akan melahirkan anak pendek. Tetapi risiko dapat dipengaruhi oleh riwayat gizi sang ibu. Asupan gizi yang tidak mencukupi ketika ibu masih kecil akan menyebabkan sel pada tubuh ibu tak bisa tumbuh sempurna. Padahal sel inilah yang kemudian menyusun tubuh dan sel reproduksi ibu ketika hamil.

Hal ini berlanjut sampai usia remaja dan menjelang kehamilan. Gizi yang tidak cukup, menyebabkan calon ibu tidak bisa menyiapkan sel reproduksinya. Gizi yang minim juga mempengaruhi penyusunan saluran makan anak ke ibu, saat bayi dalam kandungan. Gizi yang minim menyebabkan saluran makanan lebih kecil.

"Akibatnya, bayi tidak bisa mengambil intake semaksimal mungkin dari tubuh ibunya. Sehingga, pemenuhan gizi bayi dalam kandungan menjadi tidak maksimal," kata Minarto.

Kondisi ini akan mempengaruhi proses tumbuh kembang anak ketika dewasa. Oleh sebab itu, pemenuhan gizi ibu menjadi jalan keluar. Bila gizi ibu tercukupi, maka peluang lahirnya generasi yang sehat terbuka lebar.

Pemenuhan gizi, lanjut Minarto, sebaiknya dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum merencanakan kehamilan. "Gizi itu seperti siklus. Dari ibu yang sehat bisa lahir anak yang sehat, demikian sebaliknya," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.