Kompas.com - 04/07/2013, 10:36 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com- Terapi infertilitas untuk membantu pria dengan kualitas sperma yang rendah ternyata beresiko menyebabkan bayi yang dilahirkan memiliki tingkat kecerdasan rendah.

Terapi infertilitas yang dimaksud adalah metode bayi tabung menggunakan teknik ICSI (intra-cytoplasmic sperm injection) atau penyuntikkan sel sperma langsung ke dalam inti sel telur. Metode ini membantu sel sperma yang jumlah sedikit atau kualitasnya rendah untuk membuahi sel telur.

Namun sebuah penelitian menunjukkan, anak-anak yang terlahir dari metode bayi tabung tersebut beresiko lebih besar memiliki kelainan genetik. Sekitar seperempat anak diketahui mengidap autisme. Sementara itu 51 persen bayi beresiko memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.

Belum jelas apa yang memicu kelainan tersebut, apakah kerusakan sel sperma. Terlebih teknik ini melibatkan proses "operasi" untuk mengekstrak sperma dari testis.

Namun para peneliti yang melakukan analisa ini menegaskan bahwa risiko kelainan genetik tersebut termasuk kecil. Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 2,5 juta kelahiran. Dengan demikian pasangan yang ingin melakukan metode bayi tabung dengan teknik ICSI diminta tidak khawatir.

Hal tersebut dikuatkan oleh pendapat Carol Povey dari Pusat Penelitian Autisme. "Autisme adalah kondisi yang sangat kompleks dan bisa diakibatkan oleh faktor genetik dan fisik. Kami meminta orang untuk tidak langsung menyimpulkan penyebab autisme," katanya.

Povey menambahkan, penelitian memang dibuat untuk memahami penyebab autisme, tetapi lebih penting adalah membantu orangtua dan masyarakat untuk memberikan dukungan penuh sehingga anak-anak autis bisa mencapai potensi maksimal mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.