Kompas.com - 04/07/2013, 15:50 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Sebenarnya tubuh manusia didesain untuk banyak bergerak, tetapi kemudahan di zaman modern ini membuat kita justru lebih banyak duduk dan memiliki gaya hidup pasif.

Tak heran jika berbagai penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup buruk terus meningkat, salah satunya diabetes. Beberapa yang memperbesar risiko diabetes antara lain kelebihan berat badan, tidak pernah berolahraga, serta kadar gula darah di atas normal.

Salah satu cara untuk menekan risiko diabetes adalah terus aktif bergerak. Jika Anda beralasan tidak punya waktu untuk berolahraga, sesuaikan aktivitas fisik dengan keadaan. Misalnya dengan mengambil jeda setiap 30 menit sekali untuk berjalan kaki selama dua menit.

Menurut riset terbaru dari University of Otago di Selandia Baru, rutinitas jalan kaki di sela jam kantor efektif menurunkan risiko diabetes. Bahkan hal itu lebih efektif ketimbang melakukan jalan cepat 30 menit sebelum berangkat kerja.

Dalam riset ini, responden yang berjalan keliling selama satu menit 40 detik memiliki gula darah dan kadar insulin lebih rendah. Peningkatan kadar gula darah dan insulin adalah lampu merah untuk timbulnya diabetes.

Riset ini menggunakan 70 orang dewasa sehat sebagai responden. Pada perlakuan pertama, responden duduk selama 9 jam. Di perlakuan kedua, responden melakukan jalan cepat selama 1,5 jam sebelum duduk selama 9 jam.
Pada perlakuan terakhir responden duduk lagi selama 9 jam, namun kali ini berjalan selama 1 menit 40 detik setiap 30 menit.

Para responden juga menjalani pengukuran gula darah dan insulin tiap kali responden mengkonsumsi minuman pengganti makan setelah satu jam, empat jam, dan 7 jam.

Tes yang disebut postprandial ini bisa menunjukkan seberapa besar tubuh menyerap gula dari makanan.

Hasilnya menunjukkan, kadar gula darah lebih rendah pada kelompok responden yang melakukan jeda berjalan kaki setiap 30 menit. Hasil yang sama juga diperoleh pada mereka yang berjalan selama 1,5 jam sebelum duduk selama 9 jam.

"Aktivitas jeda secara teratur ternyata lebih efektif dibanding aktivitas fisik terus menerus untuk menurunkan kadar gula darah dan level insulin, terutama pada orang dewasa yang sehat dengan berat badan normal," tulis para peneliti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.