Kompas.com - 04/08/2013, 16:42 WIB
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) sebagai salah satu perusahaan swasta yang pertama kali mendukung keberadaan Taman Pintar yang diinisiasi pemerintah Kota Yogyakarta, berkomitmen untuk turut terlibat dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. 

Salah satu bentuk persembahan tersebut adalah dengan memperkenalkan zona 'Sarihusada Nutrition Factory' yang bermanfaat sebagai sarana informasi dan edukasi mengenai proses pembuatan produk susu pertumbuhan anak dengan tampilan baru dan dilengkapi model edukasi yang interaktif.

“Wahana baru ini dirancang dengan tampilan modern menggunakan teknologi replika maupun audio visual untuk mengetahui proses pembuatan produk nutrisi Sarihusada melalui informasi mengenai tahapan-tahapan pada proses produksi, fungsi-fungsi mesin produksi, serta sekilas sejarah dan kegiatan  kegiatan sosial Sarihusada,” kata Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Division Sarihusada.

Sarihusada Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Division Sarihusada, sedang menerangkan Sarana Edukasi Baru Sarihusada di Taman Pintar


Menurut Arif, sarana edukasi terbaru yang disuguhkan memiliki konsep yang menarik karena tak hanya menyuguhkan diorama, akan tetapi juga memenuhi keingintahuan pengunjung mengenai sejarah Sarihusada, proses produksi pembuatan produk nutrisi, fungsi mesin-mesin dalam proses produksi dan upaya menjaga kualitas, melalui model media interaktif yang disediakan.

"Kami ingin memberikan pengetahuan dasar kepada anak-anak yang berkunjung ke Taman Pintar mengenai begitu kompleks serta higienisnya  proses pengolahan susu mulai dari susu diperah di peternakan sapi, proses produksi hingga masuk kedalam kemasan dan siap di distribusikan ke seluruh penjuru Indonesia,' ujar Arif.

Arif menjelaskan, cara terbaik pengenalan sesuatu kepada anak-anak, terutama anak usia dini adalah dengan metode bermain sambil belajar, dimana materi edukasi di campur dalam materi permainan, sehingga proses edukasi terjadi secara menyenangkan.

"Permainan yang dimaksud lebih berupa mainan yang dapat mereka temukan sehari-hari, yang dekat dengan dunia mereka, yaitu miniatur, seperti mobil-mobilan, rumah-rumahan, boneka dan semua replika dalam bentuk mini,” ujar Arif.

Menurutnya,  mini plant (Miniatur Pabrik) ini dibuat sebagai alat peraga dalam materi bentuk bangunan mini untuk memperkenalkan kepada anak usia dini melalui bentuk yang menarik supaya anak dan pengunjung lainnya mendapat penjelasan yang lebih nyata. Bentuk-bentuk mesin serta proses pengolahan tidak dibuat 100 persen menyerupai aslinya, namun dibuat sederhana namun tetap menarik supaya anak dapat dengan mudah mengerti proses yang dijalankan.

Mini plant ini juga dilengkapi dengan beberapa tombol interaktif, dimana anak dapat berinteraksi dengan model dengan menekan tombol tersebut, lalu proses produksi berjalan. Miniatur ini dibuat hanya sebagai bentuk simbolik dan efesiensi, dimana anak dan pemirsa tidak perlu harus datang ke pabrik Sarihusada untuk mendapatkan informasi dan gambaran bagaimana proses produksi terjadi.  

Selain itu, penjelasan lebih detail mengenai proses tersebut selanjutnya didapatkan dalam materi interaktif dengan ‘layar sentuh’  yang dibangun dalam ruangan yang sama. Hal ini akan memberikan pengalaman baru untuk anak anak karena menggunakan materi berupa layar sentuh yang besar, dengan penjelasan proses pembuatan susu yang cukup detail.

"Pada akhirnya diharapkan anak akan mengingat, bahwa proses diatas membutuhkan teknologi tinggi, ketelitian serta dedikasi dari semua orang yang terlibat dalam proses produksi di Sarihusada," tandasnya.

Kepala Taman Pintar Yuniarso menambahkan, sarana edukasi Sarihusada ini bisa menambah daya tarik pengunjung Taman Pintar dengan tampilan yang lebih menarik. Menurutnya, pengelola Taman Pintar Yogyakarta sangat menghargai dukungan Sarihusada dalam merenovasi beberapa arena di Taman Pintar seperti Gedung PAUD dan Taman Air Menari serta Wahana Ilmu Pengetahuan “Sarihusada Nutrition Factory “.

"Upaya ini menjadikan Taman Pintar semakin menarik sebagai obyek kunjungan wisata edukasi keluarga di Yogyakarta," ujarnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.