7 Manfaat Olah Napas dengan Meditasi

Kompas.com - 12/08/2013, 14:36 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Salah satu cara untuk mendapatkan ketenangan tenang adalah fokus dalam mengatur napas. Namun tak hanya itu, mempraktikkan olah napas juga memiliki segudang manfaat lain yang menyehatkan tubuh dan jiwa.

Mengatur napas dapat dilakukan dengan duduk rileks, menarik napas sedalam-dalamnya, lalu mengeluarkannya, berulangkali, teratur dalam beberapa saat. Sejak ribuan tahun yang lalu, mengatur napas sudah dikenalkan dalam praktek yoga yang disebut dengan pranayama.

Inilah tujuh manfaat besar yang bisa Anda dapatkan dari berdiam diri sejenak dan mulai mengatur napas.

1. Merangsang pertumbuhan otak
Pengaturan napas yang dilakukan dengan meditasi dapat meningkatkan ukuran otak. Menurut studi tahun 2005 di Harvard, meditasi yang memfokuskan pada napas memiliki kapasitas untuk meningkatkan ketebalan korteks otak.

2. Meningkatkan variabilitas denyut jantung
Variabilitas (interval waktu di antara detak jantung) denyut jantung yang rendah berhubungan dengan tingginya risiko serangan jantung. Sebuah studi tahun 2012 membuktikan, latihan bernapas dalam dapat memperbaiki variabilitas denyur jantung pada orang yang sehat.

3. Menurunkan kadar stres
Saat napas pendek-pendek, kita cenderung lebih mudah stres. Sehingga duduk dan mengatur napas satu atau dua menit dapat membantu tubuh untuk lebih tenang dan rileks.

4. Meringankan cemas dan emosi negatif
Saat panik atau cemas, banyak dari kita yang bernapas pendek-pendek. Ini adalah reaksi natural dari tubuh saat mengalami tekanan. Berfokus pada napas dapat meringankan cemas, depresi, dan emosi negatif lain. Sebuah studi asal Australia menemukan, bernapas dalam selama 30 menit sebelum tampil di depan umum efektif mengurangi "demam panggung".

5. Meringankan panik sebelum ujian
Sebuah studi tahun 2007 yang dipublikasi dalam jurnal Teaching and Learning in Medicine menemukan, siswa yang sebelum ujian melakukan pengaturan napas cenderung lebih tenang dan berkonsentrasi saat menjalani ujian daripada mereka yang tidak.

6. Menurunkan tekanan darah
Menarik napas lambat dan dalam selama beberapa menit setiap hari juga dapat menurunkan tekanan darah. Demikian yang diungkapkan oleh Dr David Anderson dari National Institute of Health. Bahkan selagi rutin dalam melakukannya, dampaknya bisa terus terasa. Meskipun demikian, para peneliti belum mengetahui mekanismenya secara pasti.

7. Mengubah ekspresi gen
Sebuah studi baru-baru ini menemukan, pengaturan napas yang dilakukan dengan bermeditasi memicu respon rileksasi yang menjauhkan tubuh dari stres.  Respon tersebut sebenarnya tercipta dari pengubahan ekspresi gen dalam sistem imun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X