Kompas.com - 23/08/2013, 07:16 WIB
Ilustrasi ramuan bahan herbal. Shutterstock Ilustrasi ramuan bahan herbal. Shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Pemanfaatan bahan-bahan herbal lokal sebagai pengobatan dengan cara tradisional atau yang dikenal dengan istilah jamu sudah dilakukan sejak lama di negeri ini. Karena itu, jamu diharapkan bisa menjadi identitas obat herbal Indonesia.

"Jamu adalah budaya asli Indonesia, sehingga pengembangannya menjadi obat herbal pun seharusnya masih menggunakan istilah jamu," ujar dr Arijanto Jonosewojo, pakar obat herbal dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Kamis (22/8/2013) di Jakarta.

Perkembangan obat-obat berbahan herbal di seluruh dunia memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkannya menjadi jenis pengobatan yang berkhasiat dan aman. Sehingga menurut Arijanto, obat herbal di Indonesia perlu memiliki identitas.

Arijanto menyebutkan, obat herbal saat ini dibagi menjadi tiga golongan, yaitu jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka. "Ke depannya diharapkan namanya menjadi jamu OHT atau jamu fitofarmaka," katanya.

Untuk menuju kesana, imbuhnya, dibutuhkan proses saintifikasi atau pembuktian keamanan dan khasiat jamu bagi kesehatan secara ilmiah. Dengan begitu, obat herbal dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan yang dipercaya dokter.

"Selama ini, kebanyakan bahan-bahan herbal yang digunakan untuk jamu tradisional barulah berangkat dari bukti emipiris, bukan ilmiah. Jadi belum mampu dipercaya," jelasnya.

Meskipun demikian, proses saintifikasi tidak mudah. Dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menyatakan suatu formulasi terbukti aman dan berkhasiat. Proses saintifikasi meliputi uji standardisasi, toksisitas pada hewan coba, uji praklinik, dan uji klinik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Herniasi Otak
Herniasi Otak
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.