Kompas.com - 10/09/2013, 07:40 WIB
Ilustrasi nonton televisi. ShutterstockIlustrasi nonton televisi.
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com
 — Diskriminasi jender merupakan hal yang berlawanan dengan emansipasi. Salah satu kebiasaan yang meningkatkan kecenderungan diskriminasi jender adalah menonton tayangan porno.

Tayangan porno, baik gambar maupun video, sejak lama menjadi kontroversi dalam perabadan modern. Tayangan tersebut dikatakan membuka pengalaman mental yang tidak pernah dibayangkan beberapa dekade belakangan.

Para peneliti asal University of Copenhagen dan University of California, Los Angeles, melakukan analisis pada 200 pria dan wanita Denmark yang berusia 18-30 tahun. Mereka kemudian menguji kebiasaan menonton tayangan porno dan kepribadian peserta.

Mereka menemukan, peserta yang memiliki kebiasaan menonton tayangan porno cenderung untuk lebih antagonis dan gemar membuat permusuhan dengan sesamanya. Peserta tersebut juga cenderung tidak bersahabat dan egois.

Selanjutnya, para peneliti mencoba untuk lebih detail dan fokus terhadap sikap yang berhubungan dengan diskriminasi jender. Mereka menguji peserta untuk menentukan apakah kebiasaan menonton tayangan porno benar-benar memengaruhi sikap diskriminatif terhadap jender.

Hasilnya, peserta dengan hobi menonton tayangan porno cenderung untuk memiliki sikap diskriminatif terhadap jender, termasuk tidak ramah, berprasangka buruk, dan menyepelekan lawan jenisnya, dibanding dengan mereka yang tidak.

Studi yang dilaporkan dalam Journal of Communication tersebut menemukan, wanita cenderung untuk menahan sikapnya dibandingkan pria. Karena itu, hasil tersebut tidak berlaku pada wanita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peneliti studi Gert Hald mengatakan, temuan ini mungkin dapat membantu para peneliti untuk lebih mengerti dampak pornografi terhadap perubahan cara bersikap. "Meski hasil yang didapat dari studi ini mungkin tidak sama pada setiap orang," ujarnya.

Para peneliti mengatakan, hasil studi ini hanya terbatas pada pria dan wanita heteroseksual, dan bahwa hubungan antara kebiasaan menonton tayangan porno dan diskriminasi jender bukan merupakan hubungan sebab akibat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.