Kompas.com - 20/09/2013, 12:15 WIB
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com — Penelitian mengungkapkan membaca tulisan lewat gadget atau internet membantu penderita disleksia untuk meningkatkan kecepatan dan daya tangkapnya saat membaca.

Para peneliti di Amerika Serikat menghasilkan temuan ini dengan mempelajari 100 siswa yang membaca lewat media kertas dan mereka yang membaca lewat perangkat elektronik.

Disleksia biasanya terjadi pada anak-anak dengan daya penglihatan dan kecerdasan yang normal. Anak-anak dengan disleksia biasanya dapat berbicara dengan normal, tetapi memiliki kesulitan dalam menginterpretasikan "spoken language" dan tulisan.

Menurut riset ini, dengan membaca menggunakan gadget dan internet, penderita disleksia yang kesulitan melihat kata, tak mampu membaca cepat, dan mereka yang mengalami keterbatasan secara visual, dapat meningkatkan daya tangkapnya.

Karakter tulisan di perangkat elektronik yang cenderung berbaris pendek, dengan lebih sedikit kata membantu siswa untuk fokus pada setiap kata.

Ketua peneliti, Dr Matthew Schneps, dari Science Education Center di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan faktor kunci yang membantu penderita disleksia saat membaca lewat perangkat elektronik adalah sedikitnya jumlah kata per barisnya.

"Menurut kami hal ini juga bisa diterapkan pada media kertas atau papan tulis atau perangkat membaca lainnya," imbuhnya.

Menurutnya, disleksia bisa beragam jenisnya. Namun, sebagian orang akan terbantu dengan adanya penyesuaian terhadap teks tulisan yang lebih visual.

"Kalau seseorang mengalami kesulitan membaca, mereka mungkin akan mencoba untuk membesarkan teks di perangkat kecil yang mereka punya seperti komputer. Dengan begitu mereka akan tahu apakah dengan melihat lebih sedikit kata bisa membantu mereka membaca," tutur Schneps.

Asosiasi Disleksia Inggris berkomentar soal hasil studi ini. Menurut mereka, format e-book atau sejenisnya akan memudahkan karena hurufnya lebih bervariasi jenis dan ukurannya, juga spasi dan pilihan warna.

"Selain itu, mereka juga bisa mencari definisi dari kata yang ditemuinya saat membaca, lewat fitur kamus," ungkap perwakilan asosiasi.

Penggunaan perangkat elektronik juga memudahkan penderita disleksia dalam membaca, dengan tambahan software yang bisa mengubah teks menjadi suara.

"Dengan bantuan ini, membaca tidak lagi terlalu menyulitkan bagi penderita disleksia, sekaligus juga bisa mengurangi stigma yang sering kali mengasosiasikan disleksia dengan orang yang tidak bisa membaca," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.