Kompas.com - 22/10/2013, 13:52 WIB
Metode deep fried merupakan teknik menggoreng dalam minyak panas dan banyak, sehingga bahan gorengan terendam sempurna. SHUTTERSTOCKMetode deep fried merupakan teknik menggoreng dalam minyak panas dan banyak, sehingga bahan gorengan terendam sempurna.
Penulis Wardah Fajri
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com
- Data Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais (RSKD) menyebutkan penderita kanker paru terus meningkat, utamanya pada perokok. Lima tahun terakhir juga muncul tren, perokok perempuan meningkat sehingga risiko terkena kanker paru pun tinggi. Perokok remaja juga mengalami peningkatan. Pasien kanker paru pada remaja pun tendensinya terus naik.

"Pasien kanker paru paling banyak di atas usia 40. Tapi perokok usia SMP/SMA tendensinya naik. Semakin muda usia penderitanya, kanker paru semakin ganas dan peluang hidupnya kecil," terang spesialis paru dan pernapasan yang juga Ketua Tim Kerja Paru RSKD, dr A Mulawarman Jayusman, SpP(K) kepada Kompas Health di Jakarta.

Mulawarman mengatakan kanker paru pada usia muda cenderung agresif karena pertumbuhan sel kanker lebih cepat menyebar. Kanker bisa menyebar ke bagian atas tubuh juga bagian bawah. Bukan hanya di paru, tapi juga ke tulang, kelenjar, otak, liver, ginjal.

Ia mengungkapkan, penelitian di China oleh Prof Tony Shu Kam Mok, BMSc, MD, FRCPC, FHKCP, FHKAM (Medicine) yang juga adalah Presiden International Association for the Study of Lung Cancer, peningkatan kanker paru pada usia muda juga dipengaruhi faktor pola makan.

"Kanker paru pada usia muda meningkat karena banyak menggunakan minyak goreng, yang menyebabkan kanker. Pola makan sebagai penyebab kanker di usia dini juga belum banyak disadari," ungkapnya.

Hasil pengamatan di RS Kanker Dharmais juga menunjukkan remaja penderita kanker paru, setelah mendapatkan diagnosa, hanya bisa bertahan empat bulan. Jenis kanker paru yang paling banyak diderita adalah Non Small Cell Lung Cancer tipe Adenocarcinoma.

"Pasien kankerparu usia paling muda 19 tahun," ungkap Dr dr Noorwati Sutandyo, SpPD-KHOM, dari Tim Kerja Paru RS Kanker Dharmais di sela seminar ilmiah di RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Di RS Kanker Dharmais (RSKD), per harinya melayani 20-30 pasien kanker paru rawat jalan, sedangkan pasien rawat inap jumlahnya sekitar 30 pasien per hari. Pasien kanker paru yang datang berobat ke rumah sakit umumnya sudah berada pada level stadium 3-4, dan mengalami peningkatan pada usia 28-35.

Penderita kanker paru dengan usia di bawah 40 mengalami peningkatan, dari sebelumnya hanya 10-15 persen, kini bertambah sekitar 35 persen.

Menurut dr Noorwati, kecenderungan penderita kanker usia muda bukan hanya untuk paru. Karenanya, mengontrol asupan makanan menjadi penting. Salah satu caranya kurangi makanan berlemak.

Pola makan hanya salah satu faktor penyebab kanker paru. Utamanya, kanker paru diakibatkan oleh merokok. Penyebab lainnya adalah genetik.

Prof Dr Anwar Jusuf, SpP(K) dari RS Umum Persahabatan mengatakan lebih dari 90 persen penyebab kanker paru akibat rokok. Penyebab lain, dengan kontribusi kecil adalah faktor genetik.

"Kalau ibu, adik, kakak menderita kanker paru, ini perlu menjadi perhatian. Faktor genetik bisa menjadi penyebab tapi presentasinya kecil. Rokok tetap utama, selain polusi dan makanan berminyak.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X