Kompas.com - 15/11/2013, 10:22 WIB
Ilustrasi kondom ShutterstockIlustrasi kondom
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Kebanyakan masyarakat selama ini masih menganggap kondom sebagai alat yang berhubungan erat dengan seks. Maka mengenalkan kondom dengan tujuan mencegah penularan HIV pada remaja dinilai bukanlah solusi yang tepat.

Kendati demikian, remaja bukan berarti termasuk ke dalam kelompok yang belum mengenal aktivitas seksual. Terbukti dari ditemukannya sejumlah kasus video asusila yang pelakunya anak remaja. Artinya, remaja pun sudah mengenal aktivitas seksual, meski bukan berarti semua remaja sudah melakukannya.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Kemal Siregar mengatakan, sebagian remaja ada yang digolongkan ke dalam kelompok rentan. Alasannya, remaja dalam kelompok tersebut sudah mengenal aktivitas seksual, bahkan aktif melakukan hubungan seksual, terutama karena pengaruh lingkungan.

"Pada kelompok tersebut, seharusnya pengenalan kondom justru bisa melindungi mereka dari transmisi virus melalui hubungan seksual," ujarnya di sela-sela konferensi pers Pekan Kondom Nasional 2013, Kamis (14/11/2013) di Jakarta.

Kendati demikian, Kemal mengakui, tidak semua remaja cocok diberikan pendekatan pengenalan kondom. Pasalnya ada pula remaja yang masuk dalam kelompok umum, yaitu mereka dengan risiko sangat rendah hingga tidak berisiko.

Remaja dalam kelompok umum, kata dia, seharusnya diberi pendekatan melalui edukasi tentang pencegahan HIV dan AIDS secara berkesinambungan. Tujuannya, agar mereka bisa menjaga diri mereka sendiri tanpa melakukan aktivitas yang berisiko di kemudian hari.

Kemal menuturkan, edukasi yang dilakukan KPAN untuk kelompok tersebut bertajuk 'Aku Bangga Aku Tahu' yang meliputi pengetahuan apa itu HIV dan AIDS, cara penularan, faktor risiko, dan informasi-informasi lainnya yang berkenaan dengan infeksi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut dia menjelaskan, intervensi yang berbeda juga perlu dilakukan pada remaja yang menggunakan narkoba suntik. Bahkan ada pula remaja yang sudah masuk dalam populasi kunci, yaitu mereka yang benar-benar berisiko.

"Sebelum melakukan intevensi, perlu dikelompokan dulu mereka termasuk ke dalam kelompok mana. Ini karena setiap kelompok membutuhkan cara intervensi yang berbeda," jelasnya.

Menurut dia, generasi muda merupakan fokus penting dari KPAN karena kaitannya sangat erat bagi masa depan bangsa. Karena itu, KPAN akan terus melakukan edukasi dan program preventif agar mereka bisa menjadi generasi produktif, tanpa infeksi HIV dan penyakit menular seksual.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X