Kompas.com - 19/11/2013, 17:17 WIB
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com -  Hasil studi menunjukkan adanya keterkaitan antara paparan bahan kimia phthalate yang terdapat dalam plastik dan kosmetik, terhadap peningkatan risiko kelahiran bayi belum cukup bulan atau prematur.

Penelitian mengungkapkan wanita yang melahirkan bayi sebelum waktu gestasi yang cukup atau kurang dari 37 minggu, memiliki kadar phthalate lebih tinggi pada urinnya. Berbeda halnya dengan wanita yang melahirkan cukup bulan pada usia kehamilan sekitar 39 minggu.

Studi ini dipublikasikan online di JAMA Pediatrics, 18 November 2013.

"Paparan phthalates hampir ada di mana-mana di Amerika, juga mungkin di seluruh dunia, dan kelahiran belum cukup bulan juga meningkat beberapa dekade terakhir. Kami belum tahu bagaimana cara mencegah kelahiran belum cukup bulan, namun faktor lingkungan bisa jadi berpengaruh, dan masyarakat mungkin butuh mendapatkan edukasi mengenai hal ini," jelas ketua tim peneliti John Meeker dari University of Michigan School of Public Health di Ann Arbor.

Phthalate merupakan bahan kimia yang terdapat dalam berbagai produk untuk sejumlah alasan. Salah satunya untuk membuat plastik menjadi lebih fleksibel.

Penelitian terdahulu juga menemukan bukti adanya keterkaitan antara bahan kimia dengan kelahiran prematur. Seperti keterkaitan antara paparan zat kimia dengan usia kehamilan yang lebih pendek dan bayi berat lahir rendah.

"Banyak kemungkinan cara paparan bahan kimia ini ke tubuh. Umumnya, bahan kimia ini masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman, atau terserap melalui kulit," terang Meeker.

Untuk studi terbarunya, para peneliti menggunakan data dari studi yang diadakan di Brigham and Women's Hospital di Boston antara 2006 dan 2008.

Dalam penelitian ini, ibu hamil menjalani survei dengan menjawab sejumlah pertanyaan, dan memberikan sampel urin, sepanjang kehamilan. Peneliti kemudian membandingkan ibu hamil yang melahirkan sebelum usia kehamilan 37 minggu, dan 352 ibu hamil yang melahirkan cukup bulan.

Dari banyaknya sampel urin yang diberikan para ibu hamil tersebut, peneliti mengambil tiga sampel urin untuk mengukur kadar Phthalate di tubuhnya. Peneliti kemudian mengamati ragam produk bahan kimia phthalate yang dikenal sebagai DEHP ini. Secara umum, ada dua produk, MEHP dan MECPP. Dua produk bahan kimia ini banyak didapati pada urin wanita yang melahirkan bayi prematur. Produk bahan kimia lain, MBP, juga didapati pada urin wanita yang melahirkan bayi belum cukup bulan.

Halaman:
Sumber Reuters

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.