Kompas.com - 31/12/2013, 10:27 WIB
Warga pasien Kartu Jakarta Sehat menjalani perawatan di ruang IGD Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, Senin (27/5/2013). Permintaan warga akan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut tinggi sehingga ruangan IGD dipenuhi warga. WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHAWarga pasien Kartu Jakarta Sehat menjalani perawatan di ruang IGD Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, Senin (27/5/2013). Permintaan warga akan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut tinggi sehingga ruangan IGD dipenuhi warga.
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com –
Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yaitu PT. Askes (Persero), kembali menegaskan kesiapan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai 1 Januari 2014 besok. Selain sarana, kesiapan juga didukung komunikasi antara BPJS pusat dan daerah.
 
“Kita sejak awal sudah terus berkoordinasi dan sosialiasi dengan kantor perwakilan. Kami yakin dengan dukungan pemerintah setempat BPJS bisa terlaksana dengan baik, hingga pada akhirnya mencapai target keanggotaan seluruh masyarakat Indonesia pada 2019,” kata Direktur Kepesertaan PT. Askes (Persero), Sri Endang Tridarwati, Senin (30/12/2013).
 
Saat ini PT. Askes (Persero) memiliki 105 kantor operasional kabupaten yang tersebar di 12 divisi regional. Masyarakat juga bisa menghubungi call center di 500400 bila kebingungan terkait mekanisme pendaftaran atau penggunaan JKN 2014. Bagi pengguna akses internet dan mobile bisa mengakses informasi di www.bpjs-kesehatan.go.id. Masyarakat juga bisa mendatangi BPJS Center atau posko BPJS 24 jam, yang tersedia di kantor perwakilan dan divisi regional.
 
Saat ini PT. Askes (Persero) sudah menyiapkan 21 blangko kosong untuk para pendaftar BPJS. Blangko nantinya akan disebarkan di seluruh kantor perwakilan PT. Askes (Persero). PT. Askes (Persero) juga meminta bantuan TNI-Angkatan Laut yang memiliki rumah sakit kapal, untuk ikut mensosialisasikan BPJS kepada masyarakat pesisir dan perbatasan.
 
Pendaftaran peserta BPJS, kata Tri, tidak berlangsung lama. “Hanya 15 menit untuk pendaftaran sampai dapat kartu peserta BPJS. Masyarakat bisa mendaftar lewat situs www.bpjs-kesehatan.go.id, datang langsung ke kantor BPJS, atau melalui bank. Untuk bank saat ini ada Mandiri, BRI, dan BNI,” kata Tri.
 
Bagi calon peserta BPJS yang mendaftarkan sendiri, diharapkan membawa kartu tanda pengenal ketika akan mendaftar. Peserta yang mendaftar sendiri adalah pekerja mandiri dan bukan pekerja.
 
Tri tak menampik, penyelenggaraan BPJS bukan hal mudah meski tidak sulit. Hal ini dikarenakan BPJS mengharuskan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat. Sebelumnya, masyarakat terbiasa mengutamakan pengobatan (kuratif) dibanding pencegahan (preventif). Masyarakat juga lebih percaya pelayanan kesehatan tersier dan sekunder daripada primer, yaitu puskesmas dan klinik pratama.
 
Pola ini dibalik pada pelaksanaan JKN 2014 yang menggunakan sistem rujuk berjenjang. Masyarakat harus melalui fasilitas pelayanan primer sebelum ke tersier dan sekunder. Dengan pola layanan ini, masyarakat dipaksa melakukan upaya preventif supaya tidak melalui sistem rujuk tersebut. Fasilitas pelayanan juga diharuskan berbenah supaya bisa melayani masyarakat lebih baik, sehingga tidak terlalu banyak memakan biaya kapitasi.
 
“Memang akan dilaksanakan dengan bertahap. Namun program ini mendapat dukungan penuh masyarakat dan pemerintah. Saat ini, sudah ada 7 propinsi dan 107 kabupaten/kota yang menegaskan komitmennya pada BPJS. Jumlah total peserta BPJS sampai Desember 2013 sudah 116.122.065 jiwa,” kata Tri. Propinsi tersebut adalah NAD, DKI Jakarta, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, dan Sulawesi Barat.         
 
Melalui program JKN 2014, masyarakat diharapkan semakin dekat dekat layanan kesehatan melalui fasilitas primer. Kepala Sub Manajemen Fasilitas Kesehatan dan Utilisasi PT. Askes (Persero), Muhammad Edison mengatakan, saat ini sudah ada 15.480 fasilitas kesehatan primer yang bekerja sama dengan PT. Askes (Persero).
 
“Saat pendaftaran, petugas akan menanyakan dimana calon peserta tinggal. Kemudian petugas akan menyesuaikan tempat tinggal peserta dengan fasilitas kesehatan primer terdekat. Selanjutnya peserta harus berobat ke fasilitas tersebut. Bila tidak memungkinkan, petugas akan merujuk pada fasilitas lanjutan terdekat,” kata Edison.      
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.