Kompas.com - 03/01/2014, 16:14 WIB
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Wanita sebaiknya segera mendeteksi penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan mengobatinya. Pasalnya, ancaman hipertensi lebih besar mengintai wanita dibanding pria.

Fakta ini ditemukan peneliti dari Wake Forest Baptist Medical Center dan dipublikasikan dalam Therapeutic Advances in Cardiovascular Disease. Riset ini merupakan yang pertama menemukan perbedaan signifikan pada mekanisme penyebab hipertensi pada wanita dibanding pria.

"Kalangan medis berfikir penyebab hipertensi pada wanita dan pria sama, sehingga pengobatan dilakukan berdasarkan anggapan tersebut. Dalam studi ini, gender pertama kali dipertimbangkan sebagai elemen penting untuk mencari pengobatan antihipertensi. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai hal, misal kenaikan tekanan darah," kata pimpinan riset, Carlos Ferrario.

Ferrario mengatakan, 20-30 tahun belakangan angka kematian pada pria akibat penyakit kardiovaskuler cenderung menurun. Namun, penurunan tersebut tidak terjadi pada wanita. Di Amerika Serikat, penyakit kardiovaskuler justru menjadi pembunuh utama wanita. Bila wanita dan pria dirawat dengan penyebab dan cara yang sama, apa yang membuat hasilnya berbeda?

Menurut para peneliti, perbedaan hasil berkaitan dengan gender dan kurangnya pengertian mekanisme biologi dasar pada wanita dan pria. Hal ini dibuktikan lewat studi yang dilakukan terhadap 100 wanita dan pria, berusia 53 tahun dan lebih, yang menderita hipertensi namun tidak dirawat dengan baik. Para responden juga tidak mengalami penyakit lain akibat darah tinggi. Tes yang dilakukan di ruang praktek dokter ini, bisa memberi info kondisi kesehatan dan sirkulasi darah pada tubuh responden.

Tes ini untuk mengukur kondisi hemodynamic seseorang, yaitu kondisi yang memengaruhi sirkulasi darah seseorang. Tes ini juga untuk mengetahui kondisi dan mekanisme hormon yang mempengaruhi tingginya tekanan darah pada pria dan wanita.

Peneliti menemukan, penyakit pembuluh darah 30-40 persen lebih banyak ditemukan pada wanita dibanding pria. Sebagai tambahan, ada perbedaan fisiologis signifikan antara sistem kardiovaskuler wanita dan pria, termasuk tipe dan banyaknya hormon yang berperan dalam pengaturan tekanan darah. Hormon ini yang kemudian berperan dalam tingkat keparahan dan frekuensi penyakit jantung.

"Riset kami menyarankan perlunya pemahaman lebih baik dan spesifik pada wanita. Nantinya bisa diketahui bagaimana proses hipertensi dan penanganan yang baik bagi wanita. Kami perlu mengevaluasi protokol baru terkait pengobatan, kombinasi dan dosis obat yang diperlukan, untuk mengobati hipertensi pada wanita," kata Ferrario.


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.