Kompas.com - 19/01/2014, 12:03 WIB
olaharaga sepeda statis adalah salah satu bentuk upaya membakar kalori huffingtonpost.comolaharaga sepeda statis adalah salah satu bentuk upaya membakar kalori
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Jika ingin berat badan turun, sering kita mendengar, kalori yang dibakar perlu lebih banyak daripada kalori yang masuk. Itulah mengapa olahraga dan diet menjadi dua hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Namun sebenarnya bagaimana mekanisme pembakaran kalori di dalam tubuh?

Dokter spesialis gizi klinik Samuel Oetoro mengatakan, pembakaran kalori di dalam tubuh terjadi karena metabolisme. Semakin cepat laju metabolisme tubuh, semakin banyak pula kalori yang dibakar, begitu pula sebaliknya.

Metabolisme merupakan proses tubuh menghasilkan energi yang digunakan untuk kebutuhan hidup dasar atau dikenal juga dengan istilah laju metabolisme basal (BMR) dan aktivitas sehari-hari. Laju metabolisme sangat bervariasi pada setiap orang, sehingga kebutuhan kalori pun juga berbeda-beda.

"Biasanya semakin tua seseorang, laju metabolismenya semakin menurun, sehingga usia merupakan salah satu faktor penentu kecepatan laju metabolisme," papar Samuel saat dihubungi Kompas Health, Jumat (17/1/2014).

Selain usia, lanjut dia, faktor yang mempengaruhi metabolisme antara lain jenis kelamin serta lingkungan, seperti suhu, dan beberapa faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut umumnya mempengaruhi BMR. Di luar itu, faktornya bisa berasal dari aktivitas fisik yang dilakukan.

Aktivitas fisik menentukan laju metabolisme, maka orang yang melakukan aktivitas fisik lebih banyak akan membakar kalori lebih banyak daripada yang aktivitas fisiknya sedikit.

Hal senada juga dituturkan oleh dokter pemerhati gaya hidup dan ahli fisiologi, Grace Judio-Kahl. Dia mengatakan, BMR yaitu kebutuhan energi untuk hidup seperti mempertahankan temperatur tubuh, kerja paru-paru, detak jantung, dan sistem tubuh lainnya. Jumlah kalori yang dibutuhkan untuk BMR relatif tetap, namun kalori tambahan untuk kegiatan lain itulah yang berbeda, tergantung aktivitas fisiknya.

"Kalau aktivitasnya sedikit, jarang berolahraga misalnya, kebutuhan kalorinya hanyalah BMR ditambah 30 persen. Sementara seseorang yang aktif bergerak kebutuhan kalorinya bisa mencapai BMR ditambah 40 hingga 50 persen," ujar pemilik klinik lightHOUSE ini.

Grace menjelaskan, agar tubuh dapat membakar kalori dengan lebih optimal, maka peningkatan aktivitas fisik perlu dilakukan. Namun selain itu, sebenarnya seseorang juga dapat meningkatkan BMR, yaitu dengan menambah massa otot tubuh.

Otot tubuh, jelas dia, membutuhkan energi yang lebih banyak sehingga umumnya orang dengan massa otot lebih banyak pun memiliki BMR yang lebih tinggi. "Cara meningkatkan massa otot bisa dengan latihan kekuatan atau angkat beban," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.