Kompas.com - 23/03/2014, 10:56 WIB
Salah seorang warga memperlihatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kantor Cabang Utama BPJS, Kota Bandung beberapa waktu lalu. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN Salah seorang warga memperlihatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kantor Cabang Utama BPJS, Kota Bandung beberapa waktu lalu.
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - JKN bisa berhasil dilaksanakan asalkan rumah sakit rujukan siap dengan pelayanan kesehatan tepat yang menentukan efektivitas pengobatan. Dengan begitu, rumah sakit tidak mengalami hambatan dalam penyediaan fasilitas kesehatan dan kegiatan operasional berjalan lancar.

Hal inilah yang dilakukan Rumah Sakit An-Nisa, Tangerang, selaku rumah sakit rujukan JKN. Menurut Direktur Utama Rumah Sakit An-Nisa, Ediansyah, persiapan pelaksanaan JKN sudah dilakukan sejak Maret 2013.

"Sebagai rumah sakit tipe C yang menjadi rujukan JKN kami harus menyiapkan diri. Tahap pertama adalah pelatihan bagi komponen rumah sakit, serta menyiapkan tim konsep dan tim pelaksana JKN RS An-Nisa. Tim pelaksana melakukan coding, costing, komputerisasi, dan menyiapkan clinical pathway," ujarnya.

 
Rumah sakit juga menyusun pedoman pengobatan yang efektif untuk menyesuaikan dengan fasilitas paket dalam INA-CBG's, sesuai kondisi pasien RS An-Nisa. Dengan panduan tersebut, diharapkan semua dokter yang menangani penyakit akan mengambil langkah pengobatan yang sama. Pasien juga tidak perlu mengantri lama, dengan alasan dokter yang satu lebih manjur dibanding yang lain.
 
Pedoman pengobatan ini disusun berdasarkan kunjungan 1.208 pasien pada Januari-Maret 2013. Rumah sakit mencatat, kasus usus buntu, masalah kebidanan dan kandungan, serta diare pada anak, paling banyak terjadi pada periode tersebut.

"Kalau untuk diare kita tekankan untuk tidak lagi memberi antibiotik, karena diare anak kebanyakan disebabkan virus. Langkah yang sama juga diterapkan pada operasi usus buntu sehingga tiap pasien memperoleh terapi yang sama. Tentunya clinical pathway diambil yang memiliki efektivitas tinggi bagi pasien ," kata Ediansyah.

 
Panduan pengobatan penyakit juga mempermudah rumah sakit memilih kode paket yang diperlukan. Ediansyah mengatakan dalam INA-CBG's ada 1.077 kode paket. Dokter perlu memiliki pemahaman yang sama dalam memilih paket yang diperlukan. Tujuannya, untuk menjamin mutu pelayanan kepada pasien.
 
"Kami meminta dokter untuk menuliskan diagnosis 1, 2, dan 3. Diagnosis 1 digunakan untuk menentukan kode, sementara diagnosis selanjutnya untuk menentukan tingkat keparahan. Tingkat keparahan inilah yang sering menyebabkan biaya pengobatan lebih tinggi dibanding harga paket INA-CBG's. Pemahaman dokter pada tingkat keparahan tidak boleh berbeda, sehingga langkah pengobatan yang diambil bisa sama dan memiliki efektivitas tinggi," kata Ediansyah.

Ia mengatakan, sebagai rumah sakit tipe C, RS An-Nisa menangani penyakit dengan tingkat keparahan 1.

 
Menurutnya, dokter juga perlu memiliki pemahaman yang sama terkait tarif paket. Ediansyah mencontohkan, operasi caesar dengan biaya sekitar Rp 6 juta di era Jamsostek, menjadi Rp 4 juta di era JKN. Menghadapi hal tersebut, pihak rumah sakit mengumpulkan enam obgyn yang bertugas dan meminta mereka bersepakat tentang langkah paling efektif untuk operasi caesar. Tentunya disertai langkah alternatif bila pasien memerlukan terapi tambahan.
 
Dengan berbagai persiapan JKN ini, RS An-Nisa berhasil meraih keuntungan Rp 95 juta dari perawatan 2.978 pasien selama Januari-Maret 2014. Dalam kurun waktu yang sama RS An-Nisa memperoleh keuntungan Rp 677 juta dari 564 pasien rawat inap. Keuntungan tersebut digunakan untuk berbagai hal, antara lain jasa medik sebesar 20 persen.
 
"Asal bisa menjaga efektivitas pelayanan, maka aliran dana bisa seimbang. Kasus operasi caesar misalnya, berkontribusi pada 55 persen keuntungan rumah sakit. Margin keuntungan dalam JKN memang kecil, namun dengan pasien yang banyak maka rumah sakit masih bisa untung," kata Ediansyah.
 
 
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Lutut
Sakit Lutut
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

Health
Gangrene

Gangrene

Penyakit
7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

Health
Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi

Penyakit
Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Health
Klaustrofobia

Klaustrofobia

Penyakit
Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.