Kompas.com - 02/04/2014, 16:43 WIB
Tes penglihatan dengan aplikasi di ponsel pintar. DailymailTes penglihatan dengan aplikasi di ponsel pintar.
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com — Jutaan orang di seluruh dunia bisa diselamatkan dari kebutaan berkat aplikasi yang bisa diunduh di ponsel pintar. Aplikasi tersebut bisa digunakan untuk melakukan pengetesan standar pada mata.

Aplikasi yang bernama The Portable Eye Examination Kit (PEEK) ini dikembangkan oleh ilmuwan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine. Uji coba aplikasi ini sudah dilakukan di 10 sekolah di Kenya dan desa-desa dengan melibatkan lebih dari 5.000 orang.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan, 285 juta orang mengalami kebutaan atau gangguan penglihatan. Hampir 90 persen pasien tersebut tinggal di negara miskin.

"Aplikasi di ponsel atau tablet ini bisa dipakai untuk menguji ketajaman penglihatan seseorang. Kami juga membuat tes-tes baru untuk menguji kontras dan tes warna untuk deteksi penyakit," kata juru bicara PEEK.

Dengan aplikasi PEEK ini, tenaga kesehatan bisa mendatangi pasien di daerah terpencil untuk melakukan tes penglihatan.

Dalam tes penglihatan ini bisa dilakukan tes standar. Di layar ponsel akan muncul huruf-huruf seperti halnya tes mata yang kita lakukan di optik atau dokter mata. Untuk mendeteksi adanya penyakit pada mata, para peneliti menggunakan lampu flash di ponsel untuk menyinari bagian retina mata.

Dengan tes sederhana ini akan bisa diketahui siapa yang membutuhkan kacamata ataupun punya penyakit mata. Tentu saja diagnosis lebih akurat tetap perlu dilakukan di rumah sakit.

Aplikasi PEEK ini diklaim mampu mendeteksi kebutaan, gangguan penglihatan, penyakit katarak, glaukoma, degenerasi makula pada orang lanjut usia, retinopati diabetes, dan gangguan retina atau syaraf mata. Dengan alat ini juga bisa dideteksi gangguan mata yang merupakan gejala tumor otak dan perdarahan pada mata.

Data yang dihasilkan dari pemeriksaan ini akan tersimpan di informasi daftar kontak dan data GPS setiap pasien. Aplikasi ini juga terhubung dengan Google Maps untuk menindaklanjuti tiap pasien.

Selain mudah digunakan, aplikasi ini juga jauh lebih murah dibandingkan peralatan tes mata di rumah sakit yang membutuhkan biaya besar untuk peralatan dan melatih operator alat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.