Haid Tak Teratur, Waspada Kanker Ovarium

Kompas.com - 10/04/2014, 13:36 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

 


KOMPAS.com -
Tidak teraturnya haid pada wanita mungkin bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti kelelahan atau stres. Namun jika terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu lama, maka wanita perlu mewaspadai risiko kanker ovarium.

Sebuah studi baru mengungkap, wanita yang haidnya tidak teratur memiliki risiko kanker ovarium dua kali lipat dibandingkan dengan wanita yang haidnya teratur. Studi menunjukkan, wanita dengan jadwal haid tidak teratur, termasuk mereka dengan kondisi sindrom ovarium polikistik, merupakan kelompok yang perlu menjalani penapisan (skrining) kanker ovarium.

Ketua studi Barbara Cohn, direktur kesehatan dan perkembangan anak di Public Health Institute, Berkeley, California mengatakan, 90 persen wanita yang menderita kanker ovarium tidak mengerti faktor risiko mereka. Studi ini membantu menjelaskan faktor risiko kanker ini sekaligus solusinya.

"Kami mencari mekanisme di balik kanker ovarium dan melakukan hal sederhana seperti minum pil KB pada wanita dengan haid tidak teratur mungkin dapat mengurangi risiko tersebut," ujar Cohn.

Walau demikian, para peneliti menekankan bahwa haid tidak teratur bukan berarti penyebab dari kanker ovarium. Keduanya hanya memiliki hubungan yang berpengaruh.

Kanker ovarium merupakan kanker yang prevalensinya cukup tinggi pada wanita. Data dari rumah sakit di Jakarta tahun 2005-2007 menunjukkan, kanker ovarium menempati urutan ketiga kanker yang paling sering ditemukan pada wanita setelah kanker payudara dan leher rahim (serviks).

Studi baru melibatkan lebih dari 14.000 wanita yang ikut serta dalam Kaiser Permanente Health Plan di Alameda, California antara tahun 1959 dan 1967. Mereka diikuti 50 tahun kemudian hingga meninggal. Mereka paling tidak memiliki satu anak dan tidak ada yang menggunakan obat penambah kesuburan.

Haid tidak teratur memiliki beberapa definisi. Pertama, siklus haid yang lebih panjang dari 35 hari meskipun jadwalnya teratur. Kedua, jadwal haid yang tidak dapat diprediksi setiap bulannya (dan belum masuk kategori premenopause). Ketiga, ketika seorang wanita tidak berovulasi. Kebanyakan wanita berusia 26 ketika mereka melaporkan memiliki siklus haid yang tidak teratur.

Sementara itu, sindrom ovarium polikistik merupakan penyebab umum siklus haid yang tidak teratur. Umumnya disebabkan oleh gangguan hormon. Meskipun ketidakteraturan siklus haid juga bisa disebabkan oleh gangguan lainnya.


Sumber HEALTHDAY
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X