Kompas.com - 28/04/2014, 07:15 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Ketergantungan yang tinggi pada makanan siap saji atau makanan olahan membuat kita lebih rentan terpapar kontaminasi. Berbagai zat kimia dalam makanan tersebut tentu bisa berdampak negatif pada tubuh, termasuk membuat sifat maskulin pria berkurang.

Zat berbahaya dalam makanan ternyata bukan hanya bahan pengawet, pewarna, atau logam berat. Ada pula zat-zat yang bisa menyerupai hormon estrogen dalam tubuh, yang disebut dengan xenoestrogen. Biasanya zat ini dijumpai pada daging, unggas, produk susu, serta makanan olahan.

Xenoestrogen akan menyerupai efek hormon estrogen dalam tubuh. "Estrogen" ini akan dengan mudah mengikat reseptor estrogen sehingga menyebabkan munculnya tanda-tanda feminitas pada pria, seperti pembesaran bagian payudara dan pembesaran prostat.

Sayangnya zat-zat kimia yang mirip estrogen tersebut bukan hanya bisa dapatkan dari makanan tapi juga produk perawatan tubuh sehari-hari.

Dampak paparan xenoestrogen yang tinggi pada manusia modern bisa dilihat dari tren penurunan tingkat kesuburan pria yang dilihat dari berkurangnya jumlah sel sperma dan bentuk sperma.

Kesulitan menurunkan berat badan, berkurangnya gairah seksual dan stamina seksual ditengarai juga merupakan akibat dari estrogen dari luar tubuh ini.

Detoks

Anda mungkin akan bertanya, apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek buruk xenoestrogen ini? Cara terbaik tentunya adalah memilih dengan bijaksana bahan makanan yang kita asup.

Lakukan detoksifikasi secara teratur. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan mengurangi asupan makanan olahan, termasuk daging dan susu, dan penuhi kebutuhan tubuh akan nutrisi sehingga sel dan organ vital bisa berfungsi dengan normal.

Sayangi organ liver Anda karena fungsi utama organ ini adalah membuang racun dari tubuh dan memetabolisme kelebihan estrogen dari tubuh. Karena itu, jika Anda sering minum alkohol, mengasup makanan mengandung gula, makanan yang diproses, serta sering terpapar polusi, berarti liver Anda akan bekerja keras. Akibatnya, kelebihan estrogen pun lebih sulit dikeluarkan.

Batasi asupan gula dan tepung karena kedua bahan makanan ini bisa meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Kondisi tersebut bisa menekan produksi hormon testosteron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber askmen
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.