Kompas.com - 29/04/2014, 08:54 WIB
- -
Penulis advertorial
|
Editoradvertorial

Kesadaran masyarakat, baik pria atau wanita, akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi masih sangat kurang. Padahal, kesehatan reproduksi merupakan tanggung jawab diri sendiri untuk memberikan peluang yang besar dalam menghasilkan generasi sehat. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan fisik mental dan sosial yang utuh pada fungsi, proses dan bebas dari penyakit sistem reproduksi. Dengan demikian, setiap individu akan dapat menikmati kehidupan seksual, serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksi secara sehat, aman dan mampu menghasilkan keturunan yang sehat juga.

Infertilitas merupakan suatu masalah pada kesehatan reproduksi yang saat ini semakin sering terjadi pada pasangan, yaitu kondisi ketidakmampuan memperoleh keturunan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur selama 1 - 2 tahun. Beberapa ahli mengungkapkan bahwa ketika pasangan mengalami infertilitas, maka sepertiganya disebabkan oleh wanita, sepertiga disebabkan oleh pria dan sepertiganya lagi bisa disebabkan oleh keduanya.

Kebanyakan kasus infertilitas pada wanita disebabkan oleh gangguan proses ovulasi yang seringkali ditandai dengan tidak teraturnya siklus menstruasi atau bahkan tidak menstruasi (amenorrhea). Gangguan ovulasi tersebut sering terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon yang disebut sebagai polycystic ovarian syndrome (PCOS). Selain itu, dapat juga disebabkan oleh primary ovarian insuffiency (POI) yang terjadi ketika indung telur tidak berfungsi sebelum usia 40 tahun. Penyebab lainnya, seperti tuba falopi tersumbat akibat radang panggul, endometriosis, operasi pada kehamilan ektopik, dan kelainan pada uterus. Sementara, penyebab infertilitas yang umumnya ditemukan pada pria yaitu gangguan seksual, sumbatan pada saluran sperma, infeksi buah zakar,kelainan bawaan pada struktur organ reproduksi. Di samping itu, produksi sperma dapat mengalami kondisi abnormal dan penyebabnya mencakup hormonal (hypogonadotropic hypogonadisme, hypergonadotropic hypogonadisme, irreversible germs failure, testosterone resistance) dan non hormonal (suhu panas, riwayat penyakit diabetes melitus, infeksi, varises pada testis atau varicoceles, merokok, kebiasaan mengonsumsi alkohol).

Sebagai laboratorium klinik yang peduli terhadap kesehatan keluarga sekaligus sebagai pusat informasi kesehatan, Laboratorium Klinik Prodia menyelenggarakan roadshow seminar nasional  bagi masyarakat umum di 18 kota besar di Indonesia dengan tema kesehatan reproduksi. Makasar dan Batam adalah dua kota besar pertama yang mengawali roadshow seminar nasional tersebut. Acarnya sendiri telah berlangsung pada hari Sabtu lalu (26/4).

Seminar yang dikemas dalam bentuk talkshowfun namun tetap ilmiah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi, memberikan pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi kepada calon pasangan siap nikah, pasangan usia subur dan pasangan dengan kasus kesuburan, serta memperkenalkan pemeriksaan terkait kesehatan reproduksi pria serta wanita seperti panel Ammenorhea, penyakit infeksi (PID: pelvic inflammatory disease), dan panel kesuburan pria. Melalui seminar nasional ini, Laboratorium Klinik Prodia ingin mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui sejak dini. Ingat, dari pasangan yang cerdas dan sehat, akan lahir generasi penerus yang cerdas dan sehat juga.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Laboratorium Klinik Prodia cabang terdekat atau klik situs www.prodia.co.id. (adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.