Kompas.com - 03/05/2014, 12:13 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Permintaan produk pemutih kulit mendorong para ilmuwan bekerja keras menemukan pemutih yang aman. Zaman dahulu para wanita mengandalkan merkuri untuk memutihkan kulit. Kendati efektif, merkuri termasuk bahan berbahaya yang sulit dikeluarkan dari tubuh.

“Selanjutnya dipakai hidrokinon untuk memutihkan kulit. Sayangnya, hidrokinon memiliki efek rebound. Hidrokinon bekerja dengan menekan produksi melanin. Alhasil, ketika berhenti dipakai, melanin yang ditekan keluar bersama-sama dengan melanin lainnya. Kulit jadi makin menghitam,” kata Dr. Astrid Indriyani, seorang dokter ahli kosmetologi. Menurutnya, hidrokinon masih boleh dipakai asalkan tidak melebih dua persen.

Kosmetik pemutih kulit belakangan ini memakai bahan bernama arbutin. “Arbutin ini sebenarnya turunan dari hidrokinon namun lebih aman karena tak menyebabkan efek rebound. Arbutin terbuat dari ekstrak buah-buahan berjenis beri,” kata dokter yang baru studi banding ke klinik kecantikan di Seoul, Korea Selatan ini.

Tim ilmuwan dari sejumlah universitas di Korea dan lembaga industri menemukan pemutih kulit aman terbuat dari ekstrak bunga French Lilac (Galega officinalis). “Ekstrak ini bekerja secara selektif menghambat aktivitas tirosinase. Aktivitas tirosinase yang terhambat ini menghambat pembentukan melanin di kulit,” terang Dr. Astrid.

Pemutih kulit ini bekerja cepat menghilangkan noda bekas jerawat di kulit dalam hitungan hari saja. Untuk noda kulit karena sinar matahari, dibutuhkan waktu lebih lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X