Isu MERS Bukan untuk Jual Vaksin

Kompas.com - 11/05/2014, 10:46 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -- Penyebaran Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) yang semakin meluas dan belum ada obatnya ini membuat banyak asumsi liar bermunculan. Salah satunya mengatakan, merebaknya penyakit ini agar vaksin virus korona MERS laku terjual.

Menurut dokter spesialis paru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), Ceva W Pitoyo, asumsi tersebut tidak beralasan.

 
"Isu mengenai MERS bukan untuk jualan vaksin karena memang vaksin MERS belum ditemukan," katanya dalam konferensi pers terkait MERS yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Jumat (9/5/2014) di Jakarta.
 
Ia mengatakan, vaksin untuk golongan virus penyebab penyakit sistem pernapasan yang sudah ada barulah vaksin influenza. Kendati demikian, vaksin ini tidak efektif untuk menangkal infeksi virus korona MERS.
 
Lantaran vaksin MERS belum ditemukan, Ceva mengatakan, cara untuk menghindari penyakit ini adalah dengan memperkuat daya tahan tubuh, selalu dalam kondisi sehat atau tidak ada infeksi lain, dan menghindari sumber infeksi MERS.
 
Pemberian vaksinasi influenza dapat mencegah infeksi virus influenza sehingga, walau tidak dapat menangkal MERS, vaksinasi influenza bisa mencegah infeksi lain yang merupakan salah satu faktor risiko yang memudahkan tertular MERS.
 
Dokter spesialis penyakit tropis dan infeksi Widayat Djoko Santoso mengatakan, vaksin influenza pun tidak mampu 100 persen efektif dalam menangkal influenza. Pasalnya, virus influenza sangat cepat mengalami mutasi sehingga efektivitas vaksin kurang cepat mengimbanginya.
 
Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri Kesehatan RI Ali Ghufron Mukti menyarankan para calon jemaah yang akan berangkat ibadah umrah atau haji untuk melakukan vaksinasi influenza. Tujuannya adalah untuk mencegah terkena infeksi influenza yang melemahkan daya tahan tubuh.
 
Sejauh ini, MERS sudah menjangkiti 463 orang dan 126 orang di antaranya meninggal dunia. Persamaan dari semua orang yang meninggal itu adalah tinggal atau pernah melakukan perjalanan ke Timur Tengah.

Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Health
Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Health
Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Health
6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Health
4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

Health
7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

Health
5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

Health
Jumlah Kalori dalam Donat

Jumlah Kalori dalam Donat

Health
Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Health
Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Health
Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Health
Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Health
Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Health
Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Health
5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X